icon
icon
article hero

Voice of Baceprot, Band Hijabers Metal Asal Garut yang Menggebrak Stigma

AvatarName

Sastri  •  Jun 04, 2021

icon

Widi Rahmawati, Firda Marsya Kurnia, and Euis Siti Aisyah tumbuh besar sebagai gadis Muslim biasa di Garut, Jawa Barat. Namun sejak 2014, mereka mendapatkan perhatian dari warganet karena menjadi band metal beranggotakan hijabers pertama di Indonesia. Voice of Baceprot (VoB), begitu nama band tersebut. Dalam bahasa Sunda, baceprot berarti berisik. Bukan hal yang mudah ketiga gadis ini mencapai posisi mereka sekarang - ketiganya harus melewati komentar dan respons negatif dari orang-orang sekitar.
Kredit: Facebook/ Voice of Baceprot “Karena musik metal, saya menjadi punya keberanian untuk bicara mengenai apa yang saya pikirkan, dan percaya diri untuk menjadi berbeda. Saya bisa mengekspresikan diri saya tanpa harus khawatir akan apa yang diinginkan orang lain terhadap diri saya," tutur sang bassist Widi Rahmawati (19) kepada AFP, seperti dikutip dari The Jakarta Post. VOB semakin terkenal semenjak mereka merilis lagu “School Revolution” pada 2018, menggarisbawahi kondisi edukasi di Indonesia yang menurut mereka miris. Mayoritas lagu yang mereka cipatakan memang fokus pada peran perempuan, serta isu-isu lingkungan. Lagu berjudul "Perempuan yang Merdeka Seutuhnya" adalah salah satunya. P.S. Yuk, baca beberapa artikel inspiratif lainnya! :) T
Bagaimana semua berawal
Widi, Firda, and Euis belajar di sekolah yang sama, yaitu Madrasah Tsanawiyah Al-Baqiyatussolihat. Pada awalnya, mereka sama sekali tidak mengerti bagaimana cara menggunakan alat musik seperti gitar dan drum. Beruntung mereka punya kegiatan ekstrakulikuler yang memungkinkan ketiganya untuk belajar. Widi kemudian mulai belajar meggunakan bass, dan Euis belajar menggunakan drum yang dirakit dari peralatan marching band. Suara ikonik dari Firda menyatukan mereka - Firda pun menjadi lead singer sekaligus gitar. Di Garut, mereka berlatih di sebuah ruangan kecil dengan kipas angin. Di sanalah lagu-lagu mereka diciptakan. Salah satu guru madrasah, Ersa, menjadi support system nomor satu bagi VoB. Di tengah komentar negatif dari orang-orang di sekitar mereka, Ersa selalu mengingatkan ketiganya bahwa tidak salah menjadi seorang Muslim dan memainkan musik metal.
Kredit: Instagram/ Voice of Baceprot
Mendapat perhatian internasional
VoB pertama kali mendapatkan perhatian internasional ketika dilirik oleh bassist band Nirvana, Krist Novoselic. VoB juga mendapatkan komentar positif dari Tom Morello (gitaris Rage Against the Machine) dan Flea dari Red Hot Chili Pepper. "Kami tidak pernah membayangkan akan mendapatkan perhatian seperti itu. Rasanya seperti mimpi," tutur Firda. Semenjak pandemi COVID-19, VoB telah pentas di beberapakonser online termasuk WOW UK Festival di Inggris dan Canadian Music Week.
Kredit: Instagram/ Voice of Baceprot Mereka berharap suatu hari nanti, nada dan lirik keras dari VoB bisa membawa mereka di festival kenamaan Coachella. Mereka juga berharap bisa berkolaborasi dengan band metal favorit mereka, System of a Down.