icon
icon
article hero

Update: Ini Tempat Wisata di Jawa Timur yang Sudah Buka

AvatarName

Tiara  •  Jul 05, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Pelan tapi pasti, sektor pariwisata di beberapa daerah di Jawa Timur mulai kembali bergairah. Seperti dilansir dari sumber ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Sinarta menyatakan beberapa daerah sudah siap untuk membuka kembali sektor pariwisatanya. Beberapa di antaranya adalah Banyuwangi, Batu, Pacitan, dan Blitar. Pembukaan kembali ini pun diikuti dengan penerapan protokol kesehatan ketat sesuai dengan anjuran pihak berwenang. Para pengelola tempat wisata pun wajib menyediakan seluruh sarana dan prasarana yang mendukung prinsip Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang telah dicanangkan oleh Kemenparekraf. Di antaranya adalah dengan menyediakan tempat cuci tangan, mengukur suhu tubuh, hand sanitizer, dan layanan kesehatan bagi para pengunjung. Salah satu tempat wisata di Jawa Timur yang sudah buka kembali adalah Jatim Park 2 yang berada di kota Batu. Setelah tutup selama lebih dari 3 bulan, tempat wisata keluarga di Malang ini sudah kembali dibuka untuk wisatawan dengan ketentuan new normal. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. "Ada pembatasan kuota pengunjung. Kapasitas pada hari biasa itu mencapai 6.000 orang per hari, saat ini hanya diperbolehkan 50 persen atau maksimal 3.000 pengunjung per hari," ungkap Dewanti seperti dimuat oleh  di sumber sini  pada Minggu (28/6) lalu. Selain pembatasan jumlah pengunjung, Jatim Park 2 juga menerapkan protokol kesehatan mulai dari gerbang masuk hingga pintu keluar. Beroperasi kembalinya Jatim Park 2 juga telah melalui serangkaian verifikasi dan telah memenuhi syarat dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batu. Daerah lain yang juga telah siap untuk menyambut wisatawan adalah Kabupaten Banyuwangi. Rumah dari Taman Nasional Baluran, Bangsring Underwater, dan Taman Gandrung Terakota ini telah menyiapkan serangkaian prosedur new normal pariwisata untuk para wisatawan. "Kalau dulu yang kami jual harga dan layanan nomor satu, kini yang utama untuk dijual adalah kesehatan. Jadi protokol kesehatan sangat penting," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azhar Anas dalam sesi talkshow di kanal Youtube BNPB, Minggu (5/7). Selain ketiga destinasi di atas, tempat wisata yang sudah buka di kawasan ini antara lain Kawah Ijen dan Agrowisata Tamansuruh. Tempat wisata yang dibuka ini dinilai memiliki resiko yang relatif lebih rendah untuk penularan Covid-19. Selain menerapkan protokol kesehatan dan membatasi kapasitas pengunjung, Banyuwangi pun merilis aplikasi digital Banyuwangi Tourism untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke sana.
 Selain tempat wisata di Kota Batu dan Banyuwangi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pun rencananya akan segera dibuka kembali pada Agustus 2020 mendatang. Hal ini sejalan dengan izin dari Gugus Tugas Nasional yang mengizinkan 29 kawasan pariwisata konservasi dibuka secara bertahap. Meskipun demikian, kawasan wisata alam tersebut hanya boleh dibuka jika berada di zona kuning atau zona hijau Covid-19. Kendati demikian, pembukaan kawasan wisata ini masih menunggu rekomendasi dari 4 kepala daerah penyangga TNBTS, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Menurut Kepala TNBTS John Kenedie, bulan Juli masi merupakan masa persiapan lapangan sebelum dibuka Agustus nanti. Selain itu, pihak penglola pun akan menerapkan protokol kesehatan secara tegas. "Jaraknya harus 1,5 meter, kemudian pakai masker, harus cuci tangan, kita siapkan di sana nanti. Semuanya melalui booking online 100 persen," ungkap John seperti dilansir Kompas.com pada Rabu (1/7). Selain itu, jumlah pengunjung TNBTS pun akan dibatasi hanya 20 persen saja dari total kapasitasnya. Rinciannya adalah area penanjakan 178 orang, Bukit Cinta 28 orang, Bukit Kedaluh 86 orang, Savana Teletubbies 347 orang, dan area Mentigen 100 orang. Dengan demikian, total kapasitas keseluruhannya mencapai 738 pengunjung. Simak juga informasi lain seputar wisata  domestik di Indonesia dalam artikel berikut ini: