icon
icon
article hero

5 Destinasi Ekowisata di Bali untuk Pengalaman Liburan Alam yang Autentik

AvatarName

Tiara  •  Aug 10, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan Ekowisata di Indonesia digadang-gadang bakal menjadi primadona pariwisata di masa depan. Ekowisata sendiri merupakan suatu bentuk pariwisata yang berwawasan lingkungan yang mengutamakan konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pendidikan. Ketika mendengar kata ekowisata, mungkin kamu langsung terbayang menjelajahi hutan dan sungai. Namun tidak semuanya seperti itu. Contohnya saja beberapa destinasi ekowisata di Bali berikut ini yang mudah dijangkau dari pusat keramaian. 
1. Desa Tegalalang
Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan desa wisata yang satu ini. Terasering sawahnya yang berlapis-lapis adalah pemandangan paling terkenal di sini. Sawah milik penduduk setempat yang tertata rapi dengan bingkai beberapa pohon kelapa di sekitarnya ini berada di Dusun Ceking. Tidak perlu khawatir soal waktu berkunjung, pemandangan terasering di tempat ini sama cantiknya, baik ketika musim tanam ataupun musim panen. Alamat: Jalan Pakudui, Tegalalang, Gianyar
2. Desa Penglipuran 
 Desa Penglipuran adalah salah satu destinasi ekowisata di Indonesia yang masih mempertahankan tata letak dan arsitektur tradisional Bali. Saat tiba di kawasan ini, kamu akan disambut oleh gapura baru yang megah. Ketika masuk ke dalam kawasan desa wisata ini, kamu bisa melihat deretan rumah masyarakat desa yang persis sama satu sama lainnya. Kamu pun akan diajak untuk berkeliling ke area sekeliling rumah oleh warga setempat yang ramah untuk memahami lebih banyak tentang budaya Desa Penglipuran.  Harga tiket masuk: Mulai dari Rp 10.000 Alamat: Jalan Penglipuran, Kubu, Bangli, Bali Jam operasional: Setiap hari jam 8.00-17.00 Nomor telepon: +62822 6600 7575
3. Kampoeng Kepiting Mangrove Wanasari
Kampung wisata ini didirikan oleh Kelompok Nelayan Wanasari sejak tahun 2013. Kelahiran desa wisata ini berawal dari keprihatinan para nelayan yang menjadikan kepiting sebagai tangkapan utamanya akan pendapatan yang tidak menentu. Untuk menyiasatinya, mereka sepakat menjadikan desa mereka sebagai sebuah kawasan wisata yang terintegrasi. Di sini, kamu bisa menikmati hidangan kepiting yang lezat di restorannya sambil menikmati pemandangan hutan mangrove. Kamu pun bisa menjelajahi hutan mangrove dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dengan menanam mangrove di desa ini.  Alamat: Jalan By Pass Ngurah Rai, Tuban, Kuta Jam operasional: Setiap hari jam 10.00-22.00 Nomor telepon: +62361 761 198
4. Bali Pulina
 Di destinasi agrowisata ini kamu bisa melihat proses pengolahan kekayaan alam Bali sejak masih di pohon hingga sampai di meja makan. Salah satu daya tarik unggulannya adalah proses pengolahan kopi yang diambil dari kebun sendiri. Di sini, kamu bisa melihat pohon kopi yang siap dipanen, bagaimana pengolahannya, hingga menikmati secangkir kopi lokal dari kebunnya. Selain kopi, di Bali Pulina pun kamu bisa melihat berbagai tanaman palawija lainnya seperti cengkeh, kayu putih, hingga vanila!  Alamat: Jalan Raya ujung Kaja, Sebatu, Tegalalang, Gianyar Jam operasional: Setiap hari jam 8.00-17.00 Nomor telepon: +62361 901 728 Website | Facebook | Instagram
5. Ladang Rumput Laut Pantai Lebaoh
Selain karena keindahan pantai dan alam bawah lautnya, Nusa Lembongan juga merupakan salah satu pusat pertanian rumput laut. Salah satunya adalah yang ada di Pantai Lebaoh yang merupakan salah satu pemasok kebutuhan rumput laut untuk wilayah Bali dan sekitarnya. Petak-petak rumput lautnya terlihat indah dengan beberapa sampan kecil di permukaan laut sebagai alat transportasi para petani. Ketika musim panen, kamu pun bisa melihat hamparan rumput laut yang dijemur di tepi pantai dengan aroma laut yang khas.  Alamat: Pulau Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung Destinasi ekowisata ini bukan hanya berhasil mempertahankan kelestarian lingkungan, namun juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para wisatawan.Lokasinya yang berada di alam terbuka pun menjadikan ekowisata alternatif yang aman untuk liburan. Apapun pilihan destinasi wisatanya, jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan ya. Simak rekomendasi wisata di Bali lainnya dalam artikel berikut ini: