icon
icon
article hero

8 Hikmah dari Beribadah di Rumah Selama Wabah Covid-19

AvatarName

Jean Tora Thosan  •  Apr 21, 2020

icon

[Artikel ini aslinya ditulis oleh Faruq Senin. Kamu bisa membaca versi berbahasa Inggris yang ditulisnya di halaman ini.] Informasi yang ada di bawah ini akurat dan sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Selama beberapa minggu terakhir, banyak umat Islam disedihkan oleh perintah ditutupnya masjid di seluruh dunia karena adanya wabah COVID-19Di negeri di mana masjid masih tetap dibuka, tidak sedikit pejabat setempat yang mengimbau agar umat Islam menghindari berkumpul untuk salat berjamaah demi membantu menghentikan penyebaran virus COVID-19. Dengan ditiadakannya Salat Jumat, Majelis Taklim, aktivitas masjid, serta seruan untuk tetap tinggal di rumah membuat kita harus mengubah cara dalam melaksanakan ibadah. Credit: Giphy Meskipun begitu, situasi dan kondisi ini justru memberi kita kesempatan untuk memperbanyak ibadah di rumah, untuk tetap tenang, tetap positif dan memperkuat iman kepada Allah Swt. Satu hal yang perlu diingat, bahwa segala sesuatunya pasti ada hikmahnya dan COVID-19 telah mengajarkan kepada kita beberapa pelajaran kehidupan. Untuk membangkitkan semangatmu, kami telah mengumpulkan 8 hikmah yang dapat dipetik dari melaksanakan ibadah di rumah ❤️
1. Mempererat hubungan dengan keluarga
 Berada di rumah artinya memiliki kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Kamu pernah merasa terjebak dalam kesibukan sampai tidak punya cukup waktu untuk keluarga? Pasti hampir semua orang pernah mengalaminya 😔 Gunakanlah masa social distancing dan karantina mandiri ini untuk lebih mempererat hubungan dengan keluarga. Rasulullah ﷺ panutan kita bersabda:  "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian dalam bermuamalah dengan keluargaku."(H.R. Tirmidzi, Ibn Mâjah) Luangkan waktu ini untuk perbanyak ibadah bersama keluargamu. Meskipun tidak dapat melakukan salat berjamaah di masjid, tetapi kamu masih bisa melakukannya dengan keluargamu di rumah. Bentuk ibadah lainnya seperti membaca Quran, zikir atau doa juga bisa dilakukan bersama dengan keluarga. Meskipun adanya kemungkinan bahwa masjid masih akan ditutup selama bulan Ramadan, kamu masih dapat menghidupkan suasana Ramadan di rumah. Justru ini adalah waktu yang tepat bagimu untuk berbuka puasa dan melakukan salat tarawih atau tahajud bersama keluarga di rumah ❤️
2. Melindungi rumahmu
Salah satu manfaat dari beribadah di rumah adalah untuk melindungi rumah dan menjauhkannya dari syaitan. Dalam beberapa hadis dikutip bahwa Rasulullah ﷺ telah menganjurkan kita untuk beribadah di rumah, khususnya salat sunah.  Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadikanlah rumah kalian sebagai tempat salat kalian, jangan jadikan ia sebagai kuburan” (H.R. Al-Bukhari).  Tujuannya adalah untuk menjaga rumah tetap hidup dan bagi penghuninya untuk senantiasa menyembah Allah Swt. Terlebih lagi, Rasulullah ﷺ sendiri mempraktikkan sunnah ini. 
Ini juga sebagai pengingat bahwa Islam menganggap seluruh bumi sebagai tempat ibadah. Bahwa beribadah tidak terbatas di masjid saja. Bahkan, salat dapat dilakukan di mana saja, selama area itu bersih. N.B. Simak kisah belas kasih Nabi Muhammad ﷺ yang akan menginspirasimu.
3. Waktu yang tepat untuk introspeksi diri dan bertaubat
Dengan melakukan ibadah di rumah juga memberi kita banyak kesempatan untuk introspeksi diri dan bertaubat. Dengan adanya sedikit godaan duniawi, kita dapat menghabiskan waktu sendirian dengan Allah Swt dan mengucap lebih banyak istighfar.
Dengan dihadapkan pada ujian (seperti wabah COVID-19 saat ini) menjadi pengingat bagi kita untuk kembali kepada Allah Swt dan meminta pengampunan atas dosa-dosa kita. Allah Swt telah berjanji untuk menjawab panggilan hamba-Nya: Allah Swt berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu” (Surat Ghafir, 40:60) Berikut adalah 5 doa yang dibutuhkan bagi setiap muslim untuk meminta perlindungan dan kesejahteraan dalam periode yang sulit ini. Insya Allah, Allah Swt akan mengampuni dan melapangkan jalan keluar dari permasalahan yang sedang menimpa kita.
4. Bersyukur kepada Allah SWT
 Dengan berintrospeksi dan bertaubat timbullah rasa syukur. Semakin dekat kita dengan Allah Swt, semakin kita merasakan kehadiran-Nya dan menyadari betapa beruntungnya kita.  Boleh jadi kita masih memiliki atap di atas kepala kita dan memiliki cukup makanan untuk dimakan, tetapi bagaimana dengan saudara kita di luar sana yang nasibnya kurang beruntung? Boleh jadi saat ini kita tidak bisa meninggalkan rumah, tetapi bagaimana dengan petugas medis garis depan yang berkorban untuk menyelamatkan banyak nyawa di luar sana? 
Memiliki kesempatan untuk beribadah dalam kedamaian dan keamanan di dalam rumah pasti akan membuat kita menyadari bahwa akan selalu ada hal yang patut disyukuri. Allah Swt berfirman: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Surat Ibrahim, 14:7) N.B.  Berikut adalah 10 cara mudah untuk mengingat  bahkan saat kamu sedang sibuk!
5. Pahala bagi umat Muslim yang berdiam di rumah saat wabah
Tahukah kamu, bahwa barang siapa yang berdiam di rumah saat wabah melanda akan mendapatkan pahala setimpal dengan orang yang mati syahid?  Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari (3474), dari Aisyah r.a., bahwasanya ia berkata:   “Aku bertanya kepada Rasulullah shallu ‘alaihi wa sallam tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah shallu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku: “Bahwasannya wabah (tha’un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha’un) dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah) dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid.”  Hadis di atas menjelaskan hikmah di balik wabah yang terjadi; bahwasanya ia adalah rahmat bagi orang beriman. Hadis tersebut juga menyiratkan bahwa barang siapa tetap tinggal di rumahnya dengan sabar, berharap pahala, serta yakin musibah terjadi karena takdir Allah Swt maka ia dijanjikan dengan pahala besar yaitu pahala syahid.
Tinggal di rumah (atau di negeri dengan wabah penyakit) juga berarti memiliki niat yang baik dan tulus dan meningkatkan iman kita kepada Allah Swt bahwa tidak ada hal buruk yang akan terjadi kepada kita kecuali Allah Swt menghendakinya. Jika hal ini ditarik relevansinya ke masa sekarang, kita akan menyadari bahwa berdiam di rumah juga sebagai bentuk dari membantu staf medis garis depan yang tanpa lelah bekerja di rumah sakit, agar tidak menambah lebih banyak pasien.
6. Mengajarkan tentang kerendahan hati
Melakukan ibadah dan salat di rumah juga mengajarkan kita lebih banyak tentang kerendahan hati. Selain salat wajib, Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk beribadah di rumah. Dalam hadis sahih Bukhari, Zaid bin Thabit r.a.  diriwayatkan:  “Rasulullah shallu 'alaihi wasallam membuat satu ruangan." Busr berkata, "Aku menduga Zaid bin Tsabit berkata, 'Membuat tikar pada bulan Ramadan, lalu beliau melaksakan salat malam di (kamar atau tikar) tersebut dalam beberapa malam. Kemudian para sahabat mengikuti salat beliau. Ketika mengetahui apa yang mereka lakukan beliau pun berdiam di rumah, setelah itu beliau keluar seraya berkata kepada mereka: "Sungguh aku telah mengetahui sebagaimana aku lihat apa yang kalian lakukan. Wahai manusia, salatlah kalian di rumah-rumah kalian, sesungguhnya salat yang paling utama adalah salatnya seseorang yang dilakukan di rumahnya, kecuali salat fardu."  Beberapa hadis dan pendapat lain dari para cendekiawan muslim juga mengatakan bahwa melakukan salat sunah di rumah lebih baik karena tujuannya adalah untuk lebih mendekatkan diri dengan Allah Swt (mendapatkan pahala-Nya) secara tulus. Hal ini dikarenakan ibadah itu dilakukan secara diam-diam dan jauh dari mata publik, yang berarti bahwa kita melakukannya tanpa sifat riya atau pamer. Kita tahu bahwa salat wajib lebih dianjurkan untuk dilakukan di masjid bersama jamaah lainnya, namun situasi sekarang ini membuatnya tidak aman untuk dilakukan. Oleh karenanya, dengan melaksanakan ibadah di rumah selama periode ini, kita dapat belajar nilai kerendahan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Swt secara tulus tanpa mengharap pujian.
7. Menemukan cara baru untuk beribadah
 Biarpun penutupan masjid membuat banyak dari kita bersedih, sisi baiknya adalah kita diperkenalkan dengan metode baru dalam beribadah dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Kita dapat mendekatkan diri dengan Allah Swt melalui kecanggihan teknologi. Alhamdulillah! 
Ada banyak kelas dan kuliah online yang tersedia, mulai dari kelas murottal Al Quran hingga pembahasan studi Islam. Ada beragam topik tersedia yang dapat kamu sesuaikan dengan minatmu, mulai dari podcast seperti Muslim Central hingga aplikasi Al Quran. Banyak juga dari para guru (asatidz dan asatidzah) yang membuka kelas agama dan sesi tanya jawab secara online.  Tengok daftar 8 kelas Islam online gratis yang disusun oleh Muslim SG!
8. Pasrah dan berserah diri kepada Allah
Poin terakhir (dan mungkin pelajaran yang sangat penting!) adalah menjadi pengingat bahwa kita benar-benar lemah di hadapan Allah Swt dan dengan beribadah di rumah membuat banyak dari kita lebih berserah diri kepada Allah Swt. Kita mungkin boleh saja berencana, tetapi Allah-lah yang menentukan apa yang akan terjadi. Dalam masa-masa sulit seperti ini, hanya Dia-lah penyelamat kita dan hanya kepada Dia kita meminta pertolongan. Allah Swt  berfirman: “Mereka membuat tipu daya untuk mencelakakanmu, tetapi Allah membalas tipu daya mereka. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Surat Al-Anfal, 8:30)
 Mungkin ini juga saat yang tepat bagi kita untuk merenung dan menghargai hal-hal yang sebelumnya kerap kita anggap remeh, seperti memiliki keluarga yang hangat, rumah untuk berteduh, kesehatan yang baik, rezeki yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan sebagainya. Memiliki lebih banyak waktu di rumah juga berarti memiliki lebih banyak waktu untuk sepenuhnya berserah diri kepada Allah Swt, yang mana merupakan salah satu hikmah yang dapat diambil dari ujian ini.  Kami berharap 8 hikmah dari beribadah di rumah ini dapat memberikanmu kekuatan untuk menghabiskan hari-harimu selama masa wabah COVID-19 ini. Walaupun tampaknya situasi ini akan terus berlanjut selama beberapa minggu ke depan, ingatlah untuk selalu memetik hikmah dalam segala kesulitan yang terjadi dan gantungkan harapanmu hanya kepada Allah Swt.  Akhir kata, izinkan kami menutup artikel ini dengan ayat Al Quran yang dapat membangkitkan semangatmu: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…” (Surat Al-Baqarah, 2:286)  Dan Allah Maha Mengetahui ❤️