icon
icon
article hero

Mengintip Cerahnya Warna-warni 5 Kawasan Pecinan di Pulau Jawa

AvatarName

Tiara  •  Sep 30, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Ke negara manapun kamu pergi, kamu pasti akan menemukan wilayah pecinan atau Chinatown, tidak terkecuali di Indonesia. Masyarakat keturunan China adalah bagian penting yang membentuk wajah Nusantara. Kawasan pecinan biasanya memiliki ciri khas tersendiri, misalnya keberadaaan klenteng serta beberapa ornamen berwarna merah yang meriah. Suasana di pecinan pun semakin hidup menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh dan diramaikan dengan berbagai festival. Bukan hanya satu atau 2, kawasan pecinan di Indonesia bisa dengan mudah ditemukan di berbagai daerah. Sebagai permulaan, mari melihat sejumlah kawasan pecinan di Pulau Jawa yang bisa kamu sambangi.
Glodok, Jakarta Barat
Selain dikenal sebagai pusat elektronik, kawasan Glodok merupakan  kawasan pecinan yang populer di Jakarta. Salah satu daya tariknya adalah Wihara Dharma Bhakti, tempat ibadah bagi umat Buddha. Usai melihat suasana di klenteng ini, kamu pun bisa mampir ke kedai Kopi Es Tak Kie. Kedai kopi legendaris ini sudah ada sejak tahun 1927 dan bertahan dengan kedainya yang klasik. Kamu pun bisa jalan-jalan ke pasar tradisional di sekitar sini dan menemukan berbagai barang unik yang diperjualbelikan.
Surya Kencana, Bogor
Kawasan pecinan di kota hujan ini bukan hanya terkenal karena festival tahunannya, namun juga karena kulinernya. Gerbang berwarna merahnya mengawali jalan panjangdengan pertokoan di sisi-sisinya. Sepanjang jalur ini, terselip puluhan pedagang makanan (moderen dan tradisional) yang bisa kamu cicipi. Salah satu yang wajib dicoba adalah Seupan Talas, makanan ringan khas Bogor yang terbuat dari umbi talas dan kelapa parut.
Lasem, Jawa Tengah
Lasem merupakan tempat pertama kali mendaratnya pendatang China di tanah Jawa. Tidak heran jika di kawasan ini banyak perkampungan China di berbagai lokasi. Di sisi lain, Lasem juga dikenal sebagai kota santri karena banyaknya pesantren bersejarah yang masih ada hingga saat ini. Kedua budaya ini pun berpadu dan menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis. Lasem juga memiliki patung Buddha tidur berlapis emas yang bisa kamu kunjungi.
Kampung Semawis, Semarang
Satu lagi kawasan pecinan yang juga menjadi surga makanan, Pasar Semawis di Gang Warung. Pasar malam ini awalnya hanya diselenggarakan setahun sekali, tepatnya beberapa hari menjelang Imlek. Namun, kini Pasar Semawis dibuka setiap akhir pekan mulai hari Jumat hingga minggu. Suasana gedung-degung klasik ala pecinan ini semakin meriah berpadu dengan puluhan penjaja makanan. Tapi hati-hati, beberapa makanan di sini ada juga yang non halal.
Sudiroprajan, Solo
Kawasan yang berada di belakang Pasar Gede ini adalah kampung pecinan terbesar di Solo. Di kampung ini, seluruh elemen masyarakatnya hidup berdampingan dengan rukun. Salah satu agenda tahunan yang paling meriah di siniadalah Grebeg Sudiro yang diselenggarakan menjelang hari raya Imlek. Arak-arakan gunungan, lampion, hingga barongsai pun turut memeriahkan acara yang menunjukkan keragaman ini. Etnis China merupakan bagian penting yang turut membentuk wajah Nusantara. Dengan berkunjung ke kawasan pecinan ini, kamu bisa melihat lebih dekat harmoni kehidupan masyarakatnya. Simak juga inspirasi jalan-jalan untuk melihat lebih dekat keragaman Indonesia dalam artikel berikut ini: