icon
icon
article hero

Unik! Ini 7 Tradisi Ramadhan di Berbagai Belahan Dunia

AvatarName

Tiara  •  Mar 25, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan.  Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, ada begitu banyak tradisi Ramadhan di Indonesia. Namun, tahukah kamu bahwa umat Muslim di negara lain pun menyambut bulan suci ini dengan meriah. Meski Ramadhan tahun ini dunia masih dibayangi pandemi, tidak mengurangi kemeriahan Ramadhan yang kini disambut dengan lebih sederhana. Tradisi Ramadhan di berbagai negara ini masih dipertahankan hingga kini. Dari makanan khas sampai kebiasaan unik, berikut adalah tradisi Ramadhan di Indonesia dan seluruh dunia.
Malaysia - Bubur Lambuk
Negara tetangga ini punya tradisi Ramadhan yang lezat, yakni bubur lambuk. Bubur berbahan dasar beras, daging sapi, dan aneka rempah ini biasanya dibuat bersama-sama dalam porsi besar. Nantinya, bubur ini akan disajikan sebagai menu buka puasa bersama untuk jamaah masjid. Tahun lalu, tradisi Ramadhan ini sempa dihentikan karena pandemi. Namun, diharapkan bubur lambuk akan hadir kembali tahun ini.
Singapura - Bazar Ramadhan
Meski bukan mayoritas Muslim, tradisi Ramadhan ini dinanti-nanti oleh seluruh warga Singapura. Di sinilah mereka bisa menikmati berbagai makanan dan camilan khas Ramadhan. Apam balik, burger Ramly, ayam percik, dan kurma adalah beberapa makanan favorit di bazar Ramadhan Singapura. Sempat absen tahun lalu, rencananya tradisi Ramadhan di Singapura ini akan kembali tahun ini.
Indonesia - Meugang
Tradisi Ramadhan di Indonesia begitu beragam dari berbagai daerah. Salahsatu yangmenarik adalah tradisi Ramadhan dari Serambi Mekah, yakni Meugang. Tradisi Ramadhan ini dilakukan dengan memasak daging dan menikmatinya bersama orang terdekat dan anak yatim piatu setempat. Hal ini merupakan lambang rasa syukur atas keberkahan yang telah didapatkan selama 11 bulan sebelumnya.
Timur Tengah - Mesaharaty
"Sahuur..sahuur!" Tentu kamu tidak asing dengan suara ini. Ternyata, membangunkan sahur dengan tabuhan gendang adalah tradisi Ramadhan yang juga dilakukan di negara-negara Timur Tengah. Orang-orang yang melakukan tradisi Ramadhan ini disebut dengan nama Mesaharaty. Uniknya, para mesaharaty "bertugas" dengan atribut dan seragam lengkap. Terkadang, mereka pun memanggil nama orang yang mereka kenal ketika melewati rumahnya.
Mesir - Fanous
Fanous artinya "lentera" dalam bahasa Arab. Tradisi Ramadhan menggantung fanous sebagai dekorasi di rumah dan temapt umum ini membuat suasana bulan suci menjadi meriah. Pemandangan lentera berwarna warni ini semakin indah di malam hari dan menerangi jalan para jamaah yang hendak tarawih.
Bosnia Herzegovina - Meriam Yellow Bastion
Warga Bosnia-Herzegovina punya tradisi Ramadhan unik, yakni menembakkan meriam menjelang waktu berbuka puasa. Bukan sembarang meriam, meriam yang berada di bangunan Yellow Bastion ini telah berusia ratusan tahun. Warga sekitar pun menikmati tradisi ini dengan menontonnya sambil piknik. Dentuman meriam lantas disambut dengan sorak sorai warga.
India - Chaand Raat
India punya banyak tradisi Ramadhan. Selain berbuka puasa di teras masjid, para wanita India pun punya ritual spesialdi malam terakhir Ramadhan. Mereka melakukan Chaand Raat, yakni menggambar tangan dan kaki mereka dengan henna. Biasanya, mereka berburu henna sambil berbelanja perhiasan. Praktik ini pun banyak dilakukan di negara lain seperti Pakistan dan Bangladesh. Simak juga keunikan tradisi dan pernak-pernik Ramadhan lainnya dalam artikel berikut ini: