icon
icon
article hero

Makan dan Bayar Seikhlasnya di Kedai Vegan Bernuansa Pedesaan Malang Jadul Ini

AvatarName

Tiara  •  Nov 21, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Wisata alam menjadi alternatif favorit untuk berwisata saat ini, termasuk di kota Malang. Bersantap di alam terbuka pun jadi alternatif yang menarik. Karenanya, tidak heran jika berbagai restoran bernuansa alam di kota Malang pun selalu ramai dikunjungi karena suasananya. Ada sebuah restoran benuansa alam yang unik di kota Malang, namanya Tomboan Ngawonggo. Dari namanya, mungkin kamu sudah menduga bahawa restoran ini bernuansa tradisional. Namun bukan hanya itu, restoran vegan ini benar-benar menyuguhkan potret pedesaan zaman dulu, mulai dari suasana hingga makanan yang disuguhkan. Lokasinya pun dekat dengan situs Patirtaan Ngawonggo, sebuah peninggalan sejarah berupa mata air. Ketika tiba di sana, kamu akan disambut sebuah gerbang bambu dengan aksara Jawa. Di baliknya adalah area makan terbuka sederhana yang hanya berisi sebuah rumah joglo dan beberapa area duduk. Suasana pedesaan begitu terasa dengan pepohonan bambu yang mengelilingi restoran ini. Vegan dan menyuguhkan seadanya, itulah pernyataan dari Tomboan Ngawonggo yang tertulis di akun Instagramnya. Makanan yang disajikan di restoran ini memang tidak mengandung unsur hewani. Bahkan, tamu pun tidak diperkenankan untuk membawa makanan dari luar, terutama yang mengandung unsur hewani.  Makanan berat di Tomboan Ngawonggo disajikan secara prasmanan. Kamu bisa mengambil makanan sepuasnya dan harus dihabiskan. Menu yang disajikan pun berubah-ubah, tergantung ketersediaan bahan baku. Biasanya, ada pilihan nasi putih dan nasi jagung, sayur lodeh, botok, bakwan, serta aneka olahan kedelai seperti tahu dan tempe. Eits, jangan lupa kerupuknya ya. Rasa makanan di sini akan mengingatkan kamu dengan suasana rumah. Apalagi saat dinikmati di tengah suasana hutan bambu dan semilir angin yang sejuk.  Tomboan Ngawonggo juga menyediakan aneka cemilan dan minuman. Tentu saja semuanya berbahan dasar nabati. Kue tradisional seperti cenil ongol, getuk, dan kue apem bisa kamu nikmati dengan secangkir kopi panas ataupun aneka wedangnya. Satu hal yang unik dari Tomboan Ngawonggo adalah mereka menerapkan sistem Kasir Asih alias bayar seikhlasnya. Harmoni dengan alam nampaknya menjadi satu hal yang dijunjung tinggi oleh tempat ini. Karena lokasinya dekat dengan situs peninggalan sejarah, pengunjung diharapkan menjaga laku dan lisan selama bertamu ke Tomboan Ngawonggo. Kalau kamu ingin kesana dengan rombongan lebih dari 4 orang, disarankan untuk reservasi dua hari sebelumnya melalui DM Instagram. Tomboan Ngawonggo juga tidak menerima reservasi tamu setiap hari Kamis.  Berhubung lokasinya di alam terbuka, tamu disarankan untuk membawa mantel atau payung ketika berkunjung di musim hujan. Tomboan Ngawonggo bisa jadi destinasi selanjutnya kalau kamu punya rencana berkunjung ke Malang. Jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan tata cara saat berkunjung ke sana ya. Tomboan Ngawonggo Alamat: Jalan Rabidin, Dusun Nanasan, Ngawonggo, Malang, Jawa Timur Jam operasional: Setiap hari jam 8.00-16.30 Instagram Simak juga rekomendasi wisata Malang lainnya dalam artikel berikut ini: