icon
icon
article hero

5 Alasan Kamu Harus Wisata ke Banyuwangi Paling Tidak Sekali Seumur Hidup

AvatarName

Tiara  •  Jun 29, 2020

icon

Informasi yang tertera sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Apakah kamu pernah mendengar atau melihat berita tentang api biru di Kawah Ijen atau hamparan savana di Africa van Java? Itulah 2 hal yang bisa kamu temukan di Banyuwangi. Nama Banyuwangi memang semakin santer terdengar sebagai destinasi wisata favorit selama beberapa tahun belakangan ini. Selain terkenal di kalangan backpacker, Banyuwangi pun punya beberapa resort eksklusif yang menjadi surga tersembunyi bagi para pelancong. Sektor pariwisata memang digarap serius oleh Pemkab Banyuwangi, dan upaya ini pun berbuah manis. Meski masih dilanda pandemi, Banyuwangi dinilai telah siap menuju tatanan baru pariwisata. Berikut adalah 5 alasan yang menjadikan Banyuwangi destinasi wajib untuk kamu kunjungi paling tidak sekali seumur hidup yang telah dirangkum tim HHWT!
1. Keindahan alamnya
 Tidak perlu diragukan lagi, Banyuwangi punya destinasi wisata alam yang tidak terelakkan keindahannya, dari gunung hingga laut. Salah satu yang paling populer adalah pemandangan api biru atau yang lebih dikenal dengannama Ijen Blue Fire. Fenomena alam ini hanya ada di 2 lokasi di dunia, yakni di Kawah Ijen dan Islandia. Selain Kawah Ijen, di kompleks Pegunungan Ijen pun ada Gunung Raung yang siap ditaklukkan oleh para pendaki dan Taman Nasional Baluran alias Africa van Java. Tidak hanya berwisata di ketinggian, Banyuwangi pun punya sederet pantai dan pulau eksotis yang menawarkan pemandangan bawah air yang spektakuler. Salah satu yang paling diminati adalah Bangsring Underwater. Di sini, kamu akan diajak untuk mengeksplor kehidupan laut di Banyuwangi, baik dengan snorkeling ataupun diving. Kalau punya nyali, kamu pun bisa mencoba untuk berenang bersama sekawanan hiu coklat di penangkaran yang ada di sini.
2. Kekayaan budayanya
Banyuwangi juga punya sederet budaya lokal, di antaranya yang paling populer adalah Tari Gandrung. Tarian ini pun dirayakan setiap tahun dengan Festival Gandrung Sewu. Dalam festival ini, ribuan penari menampilkan Tari Gandrung bersama-sama. Tari Gandrung pun diabadikan menjadi ikon wisata Banyuwangi dengan monumen Taman Gandrung Terakota (TGT). Di taman ini, kamu bisa melihat ratusan patung penari gandrung dengan latar belakang pemandangan gunung Ijen. Betul sekali, taman ini terinspirasi dari pasukan terakota China. Selain Tari Gandrung, ada pula beberapa kesenian tradisional lain yang tak kalah unik, seperti Tari Seblang, Barong Kemiren, dan rituAa Kebo-keboan.
3. Kelezatan kulinernya
Jalan-jalan ke Banyuwangi tentu belum lengkap tanpa mencoba kuliner khasnya. Satu hal yang tim HHWT perhatikan adalah sulitnya menemukan kuliner khas Banyuwangi di wilayah lain di Indonesia. Karena itu, jangan sampai kamu tidak mencicipinya ya.  Salah satu yang paling favorit adalah Rujak Soto. Sesuai namanya, makanan ini memadukan rujak sayur (irisan sayuran rebus yang diaduk dengan bumbu kacang), guyuran kuah soto, dan irisan daging serta babat. Jangan lupa untuk menikmati semangkuk rujak soto dengan irisan lontong. Rasanya? Dijamin bikin kangen! Selain rujak soto, makanan lain yang juga patut dicoba adalah Sego Cawuk, Pecel Rawon, Pindang Koyong, dan Sego Tempong. 
4. Akses mudah
Kamu pun tidak perlu berjuang terlalu keras untuk tiba di Banyuwangi. Setidaknya ada 3 pilihan transportasi yang bisa kamu pilih untuk ke Banyuwangi.
  • Naik pesawat:  Dari Jakarta, tersedia penerbangan langsung yang berangkat dari Bandara Soekarno Hatta ke bandara Blimbingsari Banyuwangi. Beberapa maskapai yang membuka penerbangan langsung tersebut antara lain Garuda Indonesia, Citilink, dan NAM Air. Kamu pun bisa mengambil penerbangan transit ke Banyuwangi via Surabaya.
  • Naik kereta:  Untuk kamu yang mau naik kereta ke Banyuwangi, kamu harus transit terlebih dahulu di Surabaya. Dari Surabaya, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta Mutiara Timur tujuan Banyuwangi sesuai dengan waktu keberangkatan yang kamu pilih.
  • Jalur darat via Trans Jawa:  Dari Jakarta tersedia rute bus antar kota yang akan langsung mengantarkan kamu ke Banyuwangi. Kalau kamu road trip pun bisa, cukup siapkan mental dan fisik karena durasi perjalanannya sendiri cukup panjang, sekitar 20 jam tergantung situasi jalanan.
#HHWT Tip:  Kalau kamu memutuskan untuk naik kereta, jangan lupa untuk mengatur jadwal perjalanan karena kereta menuju Banyuwangi dari Surabaya jadwal keberangkatannya cukup terbatas. 
5. Siap menghadapi new normal pariwisata
Dalam kunjungannya ke Banyuwangi beberapa waktu lalu, Ketua gugus tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo memuji kesiapan sektor pariwisata Banyuwangi untuk menghadapi era kenormalan baru. Setiap harinya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama tim berkeliling ke objek wisata, hotel, homestay, hingga restoran dan warung untuk mengecek protokol kesehatan yang diterapkan. Objek yang sudah memenuhi protokol kesehatan lantas diberi sertifikat di lokasi dan dimasukkan ke dalam database.
Selain itu, Banyuwangi pun meluncurkan aplikasi Banyuwangi Tourism di Playstore Android. Aplikasi ini merupakan bagian dari persiapan menyambut era normal baru pariwisata. Dengan aplikasi ini, pengunjung bisa membeli dan membayar tiket obyek wisata yang ingin dikunjungi. Dengan demikian, jumlah dan kepadatan pengunjung yang datang pun bisa lebih terkendali. Selain bermodalkan alam yang indah dan kekayaan budaya, Banyuwangi telah mempersiapkan diri untuk menyambut era normal baru pariwisata. Namun, satu hal yang paling penting adalah kita sebagai pengunjung harus bisa mematuhi protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku. Bagaimana, sudah siap berwisata ke Banyuwangi? Simak informasi seputar destinasi wisata domestik Indonesia lainnya dalam artikel berikut ini: