Selalu ada alasan untuk kembali ke Seoul, entah itu karena sejarah dan budayanya, makanan halal yang semakin banyak di sana, atau pun karena pemandangannya yang indah. Memang begitu banyak hal yang bisa dilakukan di ibu kota Korea ini. Meski sudah bekali-kali berkunjung ke sana, selalu ada hal baru yang bisa dilakukan dan tempat baru yang bisa dieksplor!


Kredit: Giphy

Jika sebelumnya kamu sudah pernah ke Seoul dan ingin mencoba sesuatu yang baru di kota ini, maka kamu membaca artikel yang tepat. Inilah itinerary 5 hari yang akan membawa kamu ke lokasi populer (belanja di Myeongdong, yuk!) dan juga tempat tersembunyi yang cantik!

Sekarang kembali ke kota ini semakin mudah berkat penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Seoul dengan Malaysia Airlines. Tak hanya itu, ada pula penawaran eksklusif tiket PP Kuala Lumpur – Seoul seharga MYR 1.729 (sekitar Rp 5.9 juta) jika kamu melakukan pemesanan sekarang! Penawaran ini berlaku untuk periode penerbangan hingga 31 Mei 2020. Meski kamu berencana untuk pergi di bulan Juni, musim gugur, liburan akhir tahun, ataupun ,musim sakura tahun depan, penawaran ini bisa kamu manfaatkan. Pesan tiketmu hari ini!

[P.S. This article is also available in English – A 5D4N Itinerary To Seoul And Its Surrounds For The Muslim Traveller!]

Hari pertama: Itaewon, Seoul Central Mosque, Myeongdong

Perjalanan dari Bandara Incheoun ke Seoul (1 jam)

  • Cara tercepat untuk menuju Seoul dari Bandara Incheon adalah dengan kereta Pastikan kamu naik Express Train yang hanya berhenti di beberapa stasiun tertentu dengan waktu tempuh sekitar 43 menit saja.
  • Kamu bisa memilih posisi kursi ketika memesan. Bantalannya pun terasa nyaman untuk tidur sebentar sebelum kamu tiba di pusat kota. Oh iya, jangan lupa untuk mengambil kembali uang deposit KRW 500 (sekitar Rp 6.000) ketika kamu tiba di Stasiun Seoul ya!

Kredit: @katerybalchenko di Instagram

  • Kamu bisa membeli kartu isi ulang seperti T-Money Pass di setiap kantor tiket metro atau toko serba ada. T-Money Pass ini bisa digunakan sebagai tiket perjalanan di seluruh jalur metro Seoul dan sebagai alat pembayaran di beberapa toko serba ada atau toko kecil lainnya.
  • Dari Stasiun Seoul, lanjutkan perjalanan menuju hotel, taruh barang-barangmu, dan siapkan dirimu untuk hari pertama menjelajahi Seoul!

Menuju Itaewon, salah satu lingkungan yang ramah Muslim di Seoul (1,5 jam)

  • Hal pertama yang harus kamu lakukan tentu mengunjungi Itaewon dan Seoul Central Mosque! Inilah satu-satunya masjid yang sekaligus menjadi pusat komunitas Muslim di kota ini. Selain itu, lingkungan di sekitarnya – Itaewon – juga dikenal sebagai distrik yang ramah Muslim karena begitu banyak restoran maupun kedai Halal yang dimiliki oleh para penduduk dan imigran Muslim.
  • Masjid ini terletak tidak terlalu jauh dari stasiun Itaewon, namun ketahuilah bahwa jalanannya menanjak! Tapi percayalah, semua usaha itu akan sepadan dengan hasilnya. Tak ada yang lebih menyenangkan daripada menginjakkan kaki di sebuah masjid di negara asing. Sebuah perasaan yang membuat kamu merasa lega dan menjalin silaturahmi dengan komunitas Muslim lokal. Kamu bisa menunaikan ibadah di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya.

Seoul Central Mosque
Alamat: 30-39, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul 04407, South Korea

Kredit: @zulfaabdullah di Instagram

  • Usai beribadah, saatnya makan! Jalanan di sekitar masjid ini dipenuhi oleh berbagai pilihan makanan lezat, tapi cara terbaik untuk memulainya adalah dengan mencoba masakan Korea di Makan Halal Restaurant.

Kredit: @safiqahsani di Instagram

  • Restoran ini berdiri sejak tahun 2015 dan selalu menjadi rekomendasi utama kami untuk makanan halal di Seoul! Makanan favorit kami adalah dakdoritang (ayam rebus ala Korea) dan jjajangmyeon (mi dengan saus kacang hitam dan seafood). Selain itu, restoran ini juga menyajikan ayam goreng ala Korea, bulgogi (barbekyu khas Korea), aneka nasi, dan lainnya.
  • Makan Halal juga menyajikan dosirak (bekal ala Korea) untuk dibawa pulang, sebuah ide yang bagus untuk bekal perjalanan di hari ke 3 atau 4!

Status halal: Tersertifikasi halal
Jam operasional: 10.30 s.d 22.00 (Rabu-Senin), tutup setiap hari Selasa
Harga: Berkisar antara KRW 8.000 sampai KRW 12.000 (Rp 90.000 – Rp 140.000) untuk makanan berat
Alamat: 52, Usadan-ro 10 gil, Yongsan-gu, Seoul, Korea Selatan 140-911

Saatnya berbelanja! (2-jam)

  • Setelah makan, lanjutkan perjalananmu dengan subway dari Stasiun Itaewon menuju Stasiun Sangsu. Kamu tidak perlu berganti jalur dalam perjalanan ini, cukup melewati 7 stasiun di jalur yang sama (Line 6).

Kredit: @amoi_beaufort di Instagram

  • Hanya dengan berjalan beberapa menit dari Sangsu Station, kamu akan tiba di Hongdae Shopping Street. Mengambil nama dari Universitas Hongik, distrik ini dipenuhi oleh toko-toko menarik, kafe trendi, serta penari dan penyanyi yang menampilkan bakatnya di jalan.

Kredit: @vintage.ralph di Instagram

  • Bagi penggemar hal unik dan tren terbaru, Hongdae adalah tempat yang cocok untukmu. Jika kamu berjalan-jalan di sini sampai malam hari, kamu bisa melihat penampilan artis jalanan yang meng-cover lagu atau tarian K-Pop yang enerjik.

  • Wisata belanja belum usai! Jika kamu terus menelusuri jalan di sini, kamu akan tiba di dekat Stasiun Universitas Hongik. Dari Stasiun Universitas Hongik, naiklah kereta di jalur Airport Railroad yang menuju Stasiun Seoul, turun 2 stasiun kemudian, lalu pindah ke Line 4 dan naik kereta melewati 2 stasiun untuk turun di Stasiun Myeongdong.
  • Myeongdong adalah lokasi pusat perbelanjaan terbesar di Seoul. Jalanannya penuh dengan berbagai pedagang, mulai pedagang kaki lima hingga toko dari berbagai merek ternama dan department store. Apa pun yang kamu cari, kamu bisa menemukannya di Myeongdong.

Kredit: @ivyyee di Instagram

  • Myeongdong bukan hanya terkenal sebagai pusat perbelanjaan, namun juga sebagai surga makanan! Ada berbagai penjaja makanan di setiap sudut, dan aromanya sungguh menggoda. Beberapa pilihan makanan yang ramah Muslim pun tersedia, misalnya seafood panggang (kadang dengan topping keju) dan es krim cone super panjang yang akan membuat kamu kenyang semalaman!
  • Jika kamu perlu salat saat berada di Myeongdong, kamu bisa datang ke restoran Kampungku yang menyediakan ruangan salat (informasi lebih lengkap tentang Kampungku ada di Hari ke-4 di bawah!).

Halal status: Karena tidak satu pun penjaja makanan di Myeongdong tersertifikasi halal, pertimbangan untuk makan di sini kami kembalikan kepada kamu. Kedai yang menjual makanan vegetarian biasanya tidak menggunakan bahan yang mengandung unsur binatang. Namun, perlu dicatat bahwa makanan olahan, misalnya roti dan pastry, bisa saja mengandung mentega yang berasal dari binatang, seperti lemak babi.

Hari ke-2: Gyeongbokgung, Gwangjang Market, Dongdaemun Design Plaza

Bangun lebih awal untuk  melihat upacara pergantian pengawal di Istana Gyeongbokgung (1.5 jam)

  • Untuk hari pertama di Seoul, jangan sampai kamu melewatkan upacara Royal-Guard Changing di Istana Gyeongbokgung yang berlangsung pada jam 10.00 pagi dan 14.00 siang (setiap hari Rabu sampai Senin). Meski ada beberapa tempat di Seoul yang menyelenggarakan upacara serupa (semuanya bagus!), sejauh ini upacara di Gyeongbokgung adalah yang terbesar dan paling populer.
  • Untuk menuju kesana, kamu bisa naik subway di Line 3 menuju Stasiun Gyeokbokgung dan ikuti petunjuk arah yang akan membawa kamu tepat ke pintu masuk istana. Ada tiket masuk yang harus kamu bayar, namun pemandangan istana bersejarah yang telah ada sejak tahun 1395 ini sungguh layak dinikmati!
  • Tiket masuk yang harus dibayarkan adalah sebesar KRW 3.000 (sekitar Rp 37.000) untuk pengunjung yang berusia 19-64 tahun dan KRW 1500 (sekitar Rp 18.000) untuk pengunjung berusia 7-18 tahun. Jika kamu berencana untuk mengunjungi istana lain di Seoul dalam jangka waktu 3 bulan berikutnya, kamu pun bisa membeli tiket terusan Combination Ticket seharga KRW 10.000 (sekitar Rp 120.000) per orang untuk mengunjungi 5 istana lainnya.

Kredit: @ida_aria di Instagram

  • Di musim apapun, upacara ini selalu disambut antusias oleh para pengunjungnya. Oleh karena itu, datanglah 5 atau 10 menit lebih awal agar mendapatkan spot yang bagus untuk menontonnya. Upacara ini berlangsung sekitar 20 menit dan dilakukan dengan sangat detail, sesuai dengan sejarahnya.

  • Setelah upacara selesai, jangan lupa meluangkan waktu sekitar satu jam untuk mengelilingi istana ini. Tempat ini sangat luas, jadi wajar jika kamu tidak sempat melihat semuanya dalam satu kesempatan. Agar kunjunganmu berkesan, kamu bisa mengunjungi Throne Hall Compound untuk melihat kompleks agung tempat Raja Sejong mengadakan pertemuan dengan para menterinya dan Gyoenghoeru Pavillion yang berada di tengah kolam yang cantik.

  • Jika kamu ingin menunaikan salat sebelum meninggalkan Gyeongbokgung, kamu bisa menuju K-Style Hub yang bisa dijangkau dengan 15 menit berjalan kaki dari gerbang Gwanghwamun di Istana Gyeongbokgung.

K-Style Hub (ruang salat)

Fasilitas yang disediakan: Panduan waktu salat, Alquran, sajadah, penunjuk arah Kiblat, kompas, alat salat, sandal, dan tempat wudu.
Jam operasional: 09.00 s.d 20.00 setiap hari
Alamat: 40 Cheonggyecheon-ro, Da-dong, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan

Mencoba makanan vegan ala Korea di Insadong (1 jam)

  • Jika kamu berjalan sebentar dari Gyeongbokgung, kamu akan tiba di daerah Insadong, sebuah daerah yang terkenal akan perpaduan suasana tradisional dan artistik yang membuat atmosfirnya begitu tenang (kecuali saat akhir pekan ketika ada pasar malam).

Kredit: @ashtanga_yoga_korea di Instagram

  • Osegye Hyang adalah restoran vegan dan bebas alkohol yang berada di jalanan Insadong, sebuah tempat yang sempurna untuk mencoba masakan khas Korea, namun tanpa daging!

  • Kamu bahkan bisa mencoba makanan seperti pangsit, hotpot, dan masakan berbahan dasar daging lain yang biasanya tidak bisa dikonsumsi oleh umat Muslim. Jika kamu membeli menu set nasi, kamu akan mendapatkan 5 makanan pendamping, termasuk kimchi!

Status halal: Restoran vegan (tidak menggunakan daging atau olahannya) dan bebas alkohol. Karena restoran ini belum tersertifikasi halal, pertimbangan untuk makan di sini kami kembalikan kepada kamu.
Jam operasional: 11.30 s.d 15.30, 17.00 s.d 21.00 setiap hari
Harga: Harga makanan berat berkisar antara KRW 6.000 sampai KRW 16.000 (sekitar Rp 72.000 sampai Rp 190.000)
Alamat: 14-5, Insadong 12-gil, Jongno-gu, Seoul

Menikmati budaya hipster di Dongdaemun Design Plaza (1-1.5 jam)

  • Setelah menikmati cita rasa tradisional Seoul di Osegye Hyang, saatnya menengok masa kini dan masa depan di Dongdaemun Design Plaza (DDP)! Naiklah subway dari Stasiun Anguk dan turun di Stasiun Jongno3(sam)-ga. Dari sana, naik kereta dari Line 5 dan turun 2 stasiun kemudian di Stasiun Dongdaemun History & Culture Park. Voila! Kamu pun langsung tiba di basement gedung DDP.

  • Dirancang oleh almarhum Zaha Hadid, DDP adalah tempat yang populer bagi anak muda karena desainnya yang cantik dan arsitekturnya yang ramping. Tempat ini juga muncul di berbagai K-Drama dan menjadi tempat yang paling banyak di-tag di Instagram pada tahun 2015 lalu! Ada begitu banyak ruang terbuka di DDP sehingga membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana.

  • Terlepas dari penampilannya yang fotogenik, DDP adalah rumah bagi sejumlah gerai kecil yang menjual barang-barang unik di toko Design Lab. Kamu bisa menemukan notebook, alat tulis, tas punggung, dan bahkan beberapa merchandise resmi K-Pop.
  • Untuk para pecinta seni, DDP Design Museum juga kerap menyelenggarakan berbagai pameran kesenian. Pastikan kamu memeriksa website mereka untuk melihat pameran yang sedang berlangsung.

Dongdaemun Design Plaza
Jam operasional: 10.00 s.d 19.00 (bisa berubah ketika hari libur)
Alamat: 281 Eulji-ro, Euljiro 7(chil)-ga, Jung-gu, Seoul, Korea Selatan

Hari ke-3: Tur ke Zona Demiliterisasi (DMZ) di Gyeonggi-do

Ada salah kaprah bahwa mengunjungi DMZ adalah hal yang berbahaya atau tidak aman. Padahal, ada bergitu banyak perusahaan travel seperti Hana Tour International dan Klook yang menyediakan paket tur setengah hari atau seharian ke beberapa titik di DMZ. Setiap paket menawarkan destinasi dan pemandangan DMZ yang berbeda. Namun, kami telah merangkum tempat yang paling populer untuk kamu!

#HHWT Tip: Makanan yang disediakan oleh operator tur belum tentu bisa konsumsi oleh umat Muslim. Karenanya, kamu bisa minta pilihan makanan vegetarian kepada operator tur atau tanyakan kepada mereka jika kamu boleh membawa makanan sendiri. Jika boleh, kamu bisa membeli kebab di Itaewon sehari sebelumnya sebagai bekal!

Mempelajari sejarah Korea dengan berkunjung ke DMZ

  • Tur dimulai dengan penjemputan di pagi hari (sekitar pukul 7.30 sampai 8.30, tergantung operator tur). Peserta akan dijemput dengan bus di hotel atau di titik pertemuan tertentu, misalnya Stasiun Seoul. Karenanya, pastikan kembali lokasi penjemputan kepada operator tur yang kamu pilih.
  • Jangan lupa untuk membawa paspor karena kamu mungkin akan membutuhkannya untuk proses identifikasi di titik-titik tertentu sepanjang tur.

Menyaksikan harapan perdamaian penduduk Korea di Resor Imjingak

Kredit: @mana_park di Instagram

  • Imjingak dibangun pada tahun 1972 dengan harapan suatu hari persatuan kedua kubu akan terjadi. Di dalam taman ini terdapat beberapa monumen, bangunan, dan peninggalan darji zaman Perang Korea hingga sejarah modern.
  • Meski suasana suram cukup terasa ketika menyusuri taman ini, beberapa instalasi warna-warni seperti kumpulan pita yang terikat di kawat berduri tersebut menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada dan terus bertahan sepanjang waktu.

Mengintip stasiun kereta yang telah mati di Stasiun Dorasan

Kredit: @mikoryu di Instagram

  • Stasiun Dorasan mengambil nama dari gunung (Dora) tempatnya berada. Faktanya, jalur kereta di stasiun ini sebenarnya terbentang sampai ke Pyeongyang! Namun, jalur ini tak juga dioperasikan sejak pembangunannya selesai dilakukan. Pengunjung bisa berfoto dengan jalur kereta dan rambu-rambu yang ada di sini.

Melihat sekilas Korea Utara di Observatoriun Dora

Kredit: @andreapatino di Instagram

  • Tak begitu jauh dari Stasiun Dorasan, ada Observatorium Dora yang terletak di titik paling utara Garis Demarkasi Militer (Military Demarcation Line). Kamu bisa melihat wilayah negara Korea Utara dari teropong yang tersedia!

Berjalan menyusuri Terowongan ke-3 (3rd Tunnel)

  • Terowongan ini adalah salah satu terowongan yang ditemukan oleh Korea Selatan pada tahun 1970 dan diperkirakan digali oleh Korea Utara sebagai alternatif rute penyerangan saat Perang Korea. Sejak itu, terowongan ini telah diblokir kemudian dijadikan objek wisata.
  • Pertama-tama, para pengunjung diajak untuk menonton sebuah film pendek yang menceritakan sejarah terowongan ini. Lalu, pengunjung dibawa berjalan menelusuri jalur terowongan yang sempit dan gelap lalu kembali ke titik awal. Perjalanan ini akan terasa berat bagi beberapa orang dan suasananya pun sangat gelap (pencahayaan tersedia) sehingga belum tentu cocok bagi semua orang.

Mengakhiri hari dengan makan malam di restoran Busan Jib Myeongdong (1 jam)

  • Setelah bus tur menurunkan kamu di Stasiun City Hall, naiklah kereta melewati 1 stasiun menuju Stasiun Seoul dan pindah ke Line 4. Kemudian, naiklah kereta melewati 2 stasiun, turun di Stasiun Myeongdong, lalu berjalanlah menuju restoran Busan Jib untuk menikmati makan malam dengan cita rasa lokal!

Kredit: @hanif_gary di Instagram

  • Busan Jib adalah restoran yang menggunakan bahan-bahan dan daging bersertifikat halal untuk menyajikan makanan Korea yang autentik. Meski restoran ini menyajikan alkohol (sebagai bagian dari budaya Korea), tak satu pun makanan di sini yang dimasak dengan menggunakan alkohol.

Kredit: @aisyahnurhani di Instagram

  • Kami merekomandasikan kamu untuk mencoba Ayam Rebus Pedas ala Korea, Pancake Seafood, dan Bihun Tumis dengan Sayuran. Jika kamu rindu masakan Asia Tenggara, kamu bisa memesan Asam Pedas dan Nasi Goreng!

Status Halal: Tidak tersertifikasi halal, namun hanya menggunakan bahan-bahan dan daging halal. Alkohol dijual terpisah di restoran ini, namun tidak digunakan untuk memasak. Karena restoran ini tidak tersertifikasi halal, pertimbangan untuk bersantap di sini kami kembalikan kepada kamu.
Jam operasional: 10.00 s.d 22.00 setiap hari
Harga: Makanan berat berkisar antara KRW 8.000 sampai KRW 10.000 (Rp 97.000 sampai Rp 120.000)
Alamat: 11-4 Myeongdong 8-gil, Myeongdong 2(i)-ga, Jung-gu, Korea Selatan.

Sudah tidak sabar ingin mengeksplor Seoul? Pesan tiketmu sekarang!

Hari ke-4: Bukhansan

Melihat Seoul dari perspektif berbeda di Taman Nasional Bukhansan (4-6 jam)

Kredit: @worldonshow di Instagram

  • Bukhansan National Park adalah salah satu taman nasional yang ada di Seoul. Taman ini pun merupakan lokasi paling populer untuk rehat sejenak dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari, baik bagi warga lokal maupun turis. Taman ini memiliki beberapa pilihan jalur pendakian yang sesuai untuk berbagai level pengalaman. Jadi, para pendaki pemula maupun berpengalaman bisa menghabiskan waktu di sini!
  • Jangan lupa untuk mengenakan sepatu yang sesuai serta membawa air minum dan makanan ringan untuk perjalananmu di sini. Berhubung tidak ada kedai makanan yang ramah Muslim di taman ini, kamu bisa mempersiapkan diri dengan membeli kebab di Itaewon sebagai bekal di hari sebelumnya!

Pssst, Bukhansan adalah tempat yang populer sepanjang tahun, terutama saat musim semi dan musim gugur. Jika kamu tidak menyukai keramaian, cobalah untuk mendaki pada saat hari kerja!

Jalur pendakian 1: Bogukmun Course

Kredit: @woo_ruk di Instagram

  • Bogukmun adalah salah satu jalur pendakian yang paling mudah di taman ini. Panjangnya sekitar 2,4 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam berjalan kaki (sekali jalan, total pulang-pergi 3 jam). Ada turunan yang cukup landai di sepanjang jalur ini, namun masih terhitung mudah untuk dilewati.
  • Untuk menuju ke sana, kamu bisa naik subway menuju Stasiun Gireum di Line 4 dan keluar di Exit 3. Lalu lanjutkan perjalanan dengan naik bis 110B menuju Bukhansan’s National Park Office yang merupakan titik awal jalur ini.
  • Nikmati tenangnya aliran air dan indahnya pepohonan yang menemanimu sepanjang perjalanan menuju puncak pendakian. Jika beruntung, kamu bahkan bisa menemukan beberapa satwa liar seperti tupai yang sedang berkejaran!

Jalur pendakian 2: Bukhansanseong Course

Kredit: @semone.ownhouse di Instagram

  • Jalur populer lainnya adalah Bukhansanseong, jalur sepanjang 3,4 kilometer yang bisa ditempuh dalam 2 jam berjalan kaki (satu arah, total pulang pergi 4 jam). Ada sejumlah turunan sepanjang jalur ini, namun masih terhitung mudah untuk dilewati, bahkan bagi anak-anak dan orang tua.
  • Untuk menuju ke sana, kamu bisa naik subway menuju Stasiun Gupabal di Line 3, kemudian naik bus nomor 704 yang menuju Bukhansanseong Fortress. Turunlah di halte bus gunung Bukhansan dan berjalanlah menuju Bukhansanseong Information Center. Dari sana, kamu bisa menanyakan arah menuju Bukhansanseong Hiking Support Center yang merupakan titik awal jalur pendakian.
  • Jalur Bukhansanseong akan mengantarkan kamu menuju Baegundae Peak yang merupakan puncak tertinggi di taman ini. Di awal jalur pendakian, kamu bisa memilih untuk mendaki lewat jalur Gorge atau Nature Trails. Jangan khawatir, dua jalur ini tetap akan bertemu di Daesomun Gate dan akan membawa kamu menikmati keindahan alami taman ini. Namun, jika kamu ingin mempelajari lebih dalam tentang flora dan fauna di taman ini, kamu bisa mengambil jalur Nature Trail yang menyediakan papan informasi di setiap spesies yang ada.

Kembali ke pusat kota Seoul untuk menyegarkan diri di Myeongdong (30 sampai 45 menit)

  • Setelah pendakianmu selesai, kembalilah ke pusat kota Seoul dengan naik bus atau kereta menuju Stasiun Myeongdong. Mengapa Myeongdong? Tentu karena tempat ini menyediakan begitu banyak pilihan hiburan di Seoul!

Mengisi perut dengan makanan ala Malaysia di Kampungku (1 jam)

Kredit: @galleria_hs di Instagram

  • Kampungku adalah restoran yang dimiliki oleh seorang Muslim dan menyajikan makanan khas Malaysia serta Korea. Ada begitu banyak pilihan menu yang bisa dipilih di restoran ini, namun ayam goreng ala Korea mereka adalah makanan yang sempurna setelah seharian mendaki.

  • Mereka juga memiliki menu makanan favorit Malaysia seperti Nasi Lemak Ayam Goreng, Nasi Ayam, dan Nasi Putih dengan Ayam Percik!
  • Sebagai bonus, di restoran ini juga terdapat ruang salat. Kamu pun bisa menunaikan ibadah dengan nyaman setelah makan dan beristirahat. Ruang salatnya dilengkapi dengan sajadah dan alat salat sehingga kamu bisa beribadah dengan tenang.

Status Halal: Pemiliknya Muslim
Jam operasional: 11.00 s.d 21.00 setiap hari
Harga: Bervariasi antara KRW 6.500 sampai KRW 10.000 (Rp. 78.000 sampai Rp. 120.000) untuk makanan berat
Alamat: Jong-ro 20-gil, Namsandong 2(i)-ga, Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan
Facebook / Instagram

Hari ke-5: Eid Halal Korean Food, Seokchon Lake Park, Lotte World Tower, Yang Good BBQ

Mulailah hari terakhirmu di Seoul dengan bersantap di Eid Halal Korean Food (1 jam)

  • Eid Halal Korean Food adalah salah satu dari sedikit restoran tersertifikasi halal yang ada di Korea. Restoran ini sangat layak dikunjungi karena menyajikan cita rasa makanan Korea asli yang tidak bisa kamu temui di tempat lain. Tempatnya pun strategis karena bisa dijangkau hanya dengan beberapa menit berjalan kaki dari Stasiun Itaewon dan Seoul Central Mosque. Dengan begitu, kamu bisa langsung beribadah setelah makan!

  • Cobalah samgyetang (sup ayam dan ginseng ala Korea), bulgogi, dan galbitang (sup iga sapi) yang disajikan bersama semangkuk nasi dan banchan (makanan pendamping) khas Korea! Banchan-nya bahkan bisa diisi ulang, lho. Jadi jika kamu belum kenyang, kamu bisa makan kimchi dan acar sayuran yang disediakan.

Status Halal: Tersertifikasi halal
Jam operasional: 11.20 s.d 21.00 (Selasa – Minggu), tutup di hari Senin
Harga: Berkisar antara KRW 8.000 sampai KRW 12.000 (Rp 96.000 sampai Rp 145.000) untuk makanan berat
Alamat: 67, Usadan-ro 10-gil, Yongsan-gu, Seoul, Korea Selatan

Menyeberangi Sungai Han untuk menikmati ketenangan di Seokchon Lake Park (1-1.5 jam)

  • Untuk menuju taman ini, kamu bisa naik subway dari Stasiun Itaewon menuju Stasiun Sindang (melewati 5 pemberhentian), lalu pindah ke Line 2. Dari sana, naiklah subway melewati 10 stasiun dan turun di Stasiun Jamsil yang berjarak 200 meter dari taman ini.

Kredit: @niinoutch di Instagram

  • Awalnya, Seokchon Lake Park merupakan bagian dari Sungai Han. Namun, area ini kemudian dibagi menjadi dua area yakni East dan West Lakes. Tempat ini menyediakan ruang terbuka yang dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai, berolahraga, atau sekedar menikmati suasananya yang damai.
  • Kamu bisa menghabiskan waktu dengan menikmati pemandangan di sini (pepohonan di sekitar danau ini bermekaran dengan indah pada akhir musim semi hingga musim gugur!) atau menyewa paddle boat untuk bermain di danaunya.

Seokchon Lake Park
Jam operasional: 24 jam
Alamat: 47 Jamsil-dong, Songpa-gu, Seoul, Korea Selatan

Menghabiskan sore di Lotte World Tower yang megah (2-2.5 jam)

Kredit: @odinn_uuniqqq di Instagram

  • Lotte World Tower bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Seokchon Lake Park. Kamu pun bisa menghabiskan seharian di tempai ini jika kamu mau! Semua ada di sini, mulai dari bioskop, aquarium, hingga ratusan toko yang menjual barang mewah, kosmetik, dan produk lokal.
  • Di sini pun tersedia ruangan untuk umat Muslim menunaikan salat. Ruang salat ini terletak di lantai 6, di sebelah toko ‘Agra’ yang berada di Avenue L.

Lotte World Tower (ruangan salat)

Fasilitas salat yang disediakan: Tempat terpisah untuk pria dan wanita, Alquran, arah Kiblat, sajadah, dan tempat wudhu. Oh iya, sebaiknya kamu membawa mukena sendiri agar lebih nyaman.
Jam operasional: 10.30 s.d 20.00
Alamat: Avenue L, 6F, Lotte World Tower, 05551,  Olympic-ro 300, Songpa-gu, Seaoul (Sincheon-dong 29)

Kredit: @myfoodiediaryyy di Instagram

  • Salah satu pemandangan terbaik bisa dilihat dari galeri dan menara observasi Seoul Sky yang berada di lantai 123 Lotte World Tower. Kamu bisa melihat pemandangan 360 derajat kota Seoul yang cantik dari atas awan. Jangan lupa untuk melakukan reservasi sebelum kedatanganmu, ya!

Seoul Sky Observation Deck

Jam operasional: 10.00 s.d 22.00 (Minggu – Kamis), 10.00 s.d 23.00 (Jumat – Minggu), hari libur nasional bisa mempengaruhi jam operasional di hari Jumat – Minggu
Harga: KRW 27.000 (sekitar Rp 327.000) untuk pengunjung berusia di atas 13 tahun (tiket tersedia online dan di loket)

Akhiri perjalananmu dengan K-BBQ yang sempurna di Yang Good BBQ (2 jam)

  • Untuk sesi makan terakhir di Seoul, kembalilah ke Stasiun Jamsil dan naik subway melewati 5 stasiun menuju Stasiun Yeoksam. Dari sana, berjalanlah menuju restoran berikut ini.

Kredit: @ely_htm di Instagram

  • Terletak di distrik Gangnam yang fancy dan modis, Yang Good BBQ adalah restoran yang menyajikan barbekyu Korea halal. Kamu bisa menikmati barbekyu daging kambing yang lembut dan aneka hidangan lainnya di sini! Daging kambingnya sendiri cukup mengenyangkan dan kamu bisa memilih bumbu marinasi manis ala Korea atau tanpa bumbu untuk menikmati kelezatan aslinya.

Kredit: @artyfah di Instagram

  • Jika kamu masih lapar, manjakan lidahmu dengan mencoba doenjang-jjigae (sup yang terbuat dari fermentasi pasta kedelai) atau mulnangmyeon (mi dingin) yang akan memuaskan selera makanmu.

Halal Status: Tidak tersertifikasi halal, namun hanya menggunakan daging dan bahan-bahan halal. Restoran ini menyajikan alkohol (sesuai dengan budaya Korea) namun tidak menggunakannya untuk memasak. Karena restoran ini tidak tersertifikasi halal, pertimbangan untuk bersantap di restoran ini kami kembalikan kepada kamu.
Jam operasional: 16.00 s.d 00.00 (Senin – Sabtu), tutup di hari Minggu
Harga: Rata-rata berkisar antara KRW 11.000 sampai KRW 30.000 (Rp 134.000 sampai Rp 364.000) per orang

Setelah membaca artikel ini, pasti kamu sudah tak sabar untuk kembali ke Seoul dan mengunjungi semua tempat di atas. Tak hanya itu, ada lebih banyak tempat menarik lainnya yang bisa kamu kunjungi. Inilah waktunya untuk mengajak chingu-mu (teman-temanmu) dan pesan tiket sekarang selama promosi masi ada!

There are no comments yet

Avatar
Plan trips better with our new mobile app!