icon
icon
article hero

Resep dan Panduan Membuat Kue Nastar Anti Gagal untuk Sajian Lebaran

AvatarName

Tiara  •  May 06, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini akurat dan sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Satu kue lebaran yang paling khas dan jadi favorit adalah kue nastar. Menjelang hari raya, aneka resep kue nastar Lebaran pun mulai beredar di dunia maya.  Kalau kamu suka kue berisi selai nanas ini dan ingin membuatnya sendiri di rumah, kamu membaca artikel yang tepat!  P.S. Baca juga beberapa inspirasi resep masakan sahur, aneka takjil khas Nusantara, dan makanan awet untuk stok di rumah! Kredit: Giphy Tidak terasa, bulan Ramadan akan segera memasuki minggu ketiga. Artinya, kita semakin dekat dengan hari raya Lebaran. Nah, salah satu sajian yang tidak pernah absen di meja makan saat hari raya adalah kue Lebaran.Tidak lama lagi, kamu mungkin akan mulai mencium aroma harum kue yang sedang dipanggang di sekitar rumahmu.  Akhir pekan lalu, saya (yang belum pernah membuat kue sama sekali) punya ide untuk ngabuburit di rumah dengan mencoba membuat kue nastar untuk dinikmati sendiri. Di balik kelembutan adonan dan selainya yang manis, ternyata kue nastar cukup mudah dibuat dan hasilnya pun menjanjikan. Untuk kamu yang sedang mencari resep atau ingin mencoba mulai membuat nastar sendiri, baca sampai selesai untuk melihat resep, cara, dan tips untuk membuatnya! 
Persiapan
Untuk membuat nastar, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan. Pastikan kamu sudah menyediakan mangkok atau baskom ukuran agak besar, mixer elektrik, spatula untuk mengaduk adonan, timbangan dapur, dan oven untuk memanggang kue. Jangan lupa untuk memanaskan oven ke suhu 180 derajat.
Bahan-bahan:
Catatan: Takaran yang digunakan di bawah ini menghasilkan 4 toples kue masing-masing sekitar 450 gram atau 150 butir nastar (tergantung ukuran). Bahan adonan: 250 gram margarin 250 gram mentega 100 gram gula bubuk 4 kuning telur 700 gram tepung terigu protein rendah 4 sdm susu bubuk #HHWT Tips: Kamu bisa menambahkan keju parut ke dalam adonan supaya rasanya lebih gurih dan ada tekstur renyah ketika digigit. Bahan selai nanas: 3 buah nanas ukuran sedang, parut atau haluskan dengan blender (lebih enak diparut) 200 gram gula pasir 1 sdt garam 1 batang kayu manis #HHWT Tips: Kamu juga bisa menggunakan selai nastar siap pakai yang dijual di toko bahan kue. Bahan olesan: 3 kuning telur 1 sdm susu cair Oke, semua bahan sudah siap. Sekarang waktunya untuk mulai membuat kue nastar! Credit: Giphy
Cara membuat:
Selai nanas:  Pertama-tama, masukkan garam dan kayu manis ke dalam parutan nanas yang sudah disiapkan, aduk rata. Masak nanas di atas api sedang, ketika sudah mulai mengental, masukkan gula pasir dan aduk hingga rata. Lanjutkan memasak selain nanas sampai airnya susut dan selai bisa dibentuk. Matikan api, pindahkan selai nanas ke wadah dan dinginkan hingga mencapai suhu ruang. 
#HHWT Tips: Kamu bisa membuat selai nanasnya duluan di hari sebelumnya dan menyimpannya di kulkas sampai ketika akan digunakan. Bentuk selai nanas menjadi bola-bola kecil supaya mudah digunakan. Buat lebih banyak pun tidak apa-apa karena selai ini bisa dinikmati untuk makan roti atau membuat makanan dan minuman lainnya! Adonan nastar: Masukkan margarin, mentega, gula bubuk, dan kuning telur ke dalam wadah, lalu aduk dengan mixer sampai tercampur rata. 
Setelah rata, masukkan tepung dan susu bubuk, aduk kembali dengan mixer. Kalau mixer kamu tidak kuat, gunakan spatula untuk mengaduk adonan hingga rata. Setelah semua bahan tercampur rata dan tidak ada gumpalan, kamu bisa mulai menyusun nastarnya!
#HHWT Tips: Kalau kamu membuatnya bersama keluarga, satu orang bisa membuat adonannya jadi bola-bola kecil terlebih dahulu, lalu dilanjutkan seperti biasa. Cara ini lumayan menghemat waktu!
 Ambil 1 sdm adonan nastar (sekitar 8 gram), lalu beri selai nanas di tengahnya. Rapatkan kembali dan bentuk nastar sesuai keinginan kamu. Saat ini, begitu banyak variasi bentuk dan cetakan unik yang bisa kamu gunakan untuk membentuk nastar. Letakkan nastar di atas loyang yang sudah dilapisi baking sheet
Setelah adonan habis, masukkan nastar ke dalam oven dan panggang hingga setengah matang atau sekitar 20-25 menit. Jangan lupa untuk memanaskan oven ke suhu 180 derajat sebelumnya ya. 
Setelah 25 menit, keluarkan nastar dari dalam oven dengan hati-hati. Oles permukaan nastar dengan bahan olesan yang telah disiapkan. Supaya hasilnya cantik, oles seluruh permukaan, jangan atasnya saja. Lapisan telur ini sengaja dioleskan ketika nastar setengah matang agar tidak hangus dan mengubah rasa nastar. Masukkan kembali nastar ke dalam oven dan panggang selama 20-30 menit sampai nastar matang sempurna atau keemasan.
#HHWT Tips: Setiap oven punya karakteristik masing-masing dan proses memanggang adalah proses kunci dalam membuat kue nastar. Jadi, jangan lupa untuk mengecek kondisi nastar setiap beberapa saat ya! Hasilnya? Barisan bola emas harum dan lezat yang siap disantap. Warnanya yang cantik berjejer di dalam toples bening ini pun bisa jadi hiasan tersendiri di meja tamu. Eits, jangan khawatir kalau kamu mendapati beberapa nastar yang permukaannya retak karena ketika dingin ia akan kembali rapat. 
 Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi. Setelah berbuka, saya buru-buru mencoba hasil karya hari ini dan tidak kecewa. Adonannya harum dan tidak terlalu manis. Ketika digigit, rasa selai nanas yang segar dan sedikit asam langsung menyeruak dan berpadu dengan tekstur lembut yang nikmat. Rasa ini benar-benar mengingatkan saya akan suasana Lebaran yang hangat dan ceria bersama keluarga.  Tumbuh besar dengan cita rasa nastar setiap tahunnya membuat kue kering ini punya tempat tersendiri di hati saya. Meskipun membuatnya memang butuh beberapa tahapan, mulai dari memarut nanas sampai mengoleskan telur, hasilnya sungguh sepadan. Tidak heran kalau banyak orang yang mendadak membuat kue nastar untuk dijual ketika hari raya semakin dekat.
Dengan waktu yang kamu punya saat ini, sudah saatnya untuk mencoba membuat nastar sendiri di rumah. Siapa tau, ternyata kamu punya bakat membuat kue yang selama ini masih terpendam. Meski Ramadan kali ini harus dijalani secara berbeda, semangat untuk beribadah dan menyambut hari raya harus tetap menyala!