icon
icon
article hero

Pengalaman Ramadan Pertama Sebagai Seorang Ayah dan Pelajaran di Baliknya

AvatarName

Jean Tora Thosan  •  May 15, 2020

icon

[Artikel ini aslinya ditulis oleh Ili Mariah. Kamu bisa membaca versi bahasa Inggris yang ditulisnya di halaman ini.] Informasi yang tertera di bawah ini akurat dan sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Bagi umat Islam di seluruh dunia, Ramadan merupakan bulan istimewa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, meningkatkan ibadah, dan merefleksikan diri. Bulan ini adalah bulan yang penuh tantangan namun juga memiliki begitu banyak manfaat bagi kita yang mau membenamkan diri dalam indahnya berkah bulan Ramadan.
Kredit: Giphy Tetapi bagi mereka yang baru saja menjadi orang tua, bulan suci ini terasa begitu istimewa karena mereka bersiap untuk menjalani puasa pertama sebagai ibu dan ayah. Anggota tim kami, Takeem, kebetulan menjadi salah satu yang sedang menjalaninya. Hari ini pun ia membagikan kisahnya dengan kami tentang bagaimana ia menjalani Ramadan bersama putri kecilnya yang berumur 11 bulan (dua minggu lagi akan genap berumur satu tahun!) sejak hari pertama hingga saat ini. 😊 Catatan: Jawaban telah diedit dan diringkas untuk kejelasan.
1. Bagaimana perasaan Anda ketika Ramadan semakin dekat?
Tentunya sangat senang karena Ramadan tahun ini menjadi Ramadan pertama saya sebagai seorang ayah dan saya telah menantikan momen belanja baju lebaran untuk si kecil! Namun, adanya kebijakan pembatasan pergerakan (movement control order ) di Malaysia saya dan istri harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini. 
2. Sebagai ayah baru, apakah Anda punya ekspektasi atau persiapan khusus?
Perhatian utama saya adalah waktu istirahat karena pada hari biasa saya harus bangun beberapa kali saat tengah malam untuk mengurus putri kami. Biasanya dia terbangun antara jam 2.00 - 4.00 pagi. Jadi, untuk menyiasatinya saya memutuskan untuk menyesuaikan waktu sahur dengan jam dia bangun agar aku bisa beristirahat setelahnya.
3. Bagaimana Anda menjalani hari-hari pertama di bulan Ramadan?
Minggu pertama terasa cukup sulit karena saya harus beradaptasi dengan rutinitas baru. Kurang tidur membuat saya sangat lelah di siang hari karena selain menjalani ibadah puasa, saya juga menjaga putri kami saat istri sedang memasak atau membersihkan rumah (ataupun sebaliknya). Saat berbuka puasa, kami harus bergantian menjaga putri kami karena ia akan rewel jika tidak ada yang menemaninya.
4. Apa perbedaan yang paling terasa antara dalam menjalani Ramadan pada sebelum dan sesudah memiliki anak? 
Perbedaannya adalah Ramadan tahun ini lebih sibuk dan memakan waktu karena harus mengatur jadwal untuk menjaga putri kami. Jika Ramadan sebelumnya kami bisa lebih fokus pada diri masing-masing, kali ini berbeda. Selain itu, kami juga tidak bisa shalat Tarawih bersama karena harus bergiliran menjaga putri kami yang sudah mulai aktif berlarian di dalam rumah.
5. Apa tantangan yang Anda hadapi saat menjalani Ramadan sebagai seorang ayah?
 Mengatur waktu menjadi tantangan tersendiri karena saya harus bangun di tengah malam dan pagi hari untuk mengurus si kecil. Mendapatkan istirahat yang cukup terasa hampir mustahil dan mengingat saya harus bekerja dari rumah agak sulit untuk fokus setiap saat. Untungnya sekarang saya sudah mulai terbiasa dengan peran baru ini dan semakin hari kian menikmatinya. 
6. Apa yang Anda sukai dari menjalani Ramadan sebagai seorang ayah dan pelajaran apa yang Anda dapatkan sejauh ini?
Yang paling saya sukai adalah menghabiskan waktu bersama istri dan putri kecil kami. Ramadan pertama saya sebagai seorang ayah adalah momen sekali seumur hidup dan saya tahu bahwa saya akan sangat merindukannya kelak. Manfaat yang dirasakan sejauh ini saya dapat menyaksikan diri saya berkembang, terdorong untuk berefleksi, dan meningkatkan kualitas diri agar kelak menjadi seorang muslim dan ayah yang lebih baik bagi putri saya. Jadi terlepas dari rasa lelah, saya sangat bersyukur atas pengalaman ini.
7. Adakah tips untuk para calon atau ayah baru lainnya di luar sana untuk menjalani Ramadan perdana bersama anak?
Pertama, Anda harus sangat sabar dengan istri dan anak saat terjadi situasi penuh tekanan. Cobalah untuk lebih bersikap tenang dan dewasa. Kemudian, sering-seringlah berdiskusi dengan pasangan tentang bagaimana menangani masalah dan bantu ia dengan sebaik mungkin. Terakhir, belajarlah untuk bersyukur karena kelak momen ini akan menjadi momen yang sangat dirindukan.  P.S. Ingin membaca lebih banyak cerita tentang pengalaman Ramadan? Simak pengalaman para anggota tim non-muslim HHWT yang mencoba untuk ikut berpuasa  seharian!