icon
icon
article hero

Ini Pengalaman Buruk Tim HHWT Saat Traveling dan Tips Mengatasinya

AvatarName

Tiara  •  Nov 07, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Kamu bisa membaca artikel versi berbahasa Inggris yang ditulis oleh Faruq Senin di halaman ini Seseru-serunya traveling, kadang kala terjadi hal yang tidak diinginkan di dalamnya. Hal seperti itu memang kadang tidak terelakkan. Namun, hal yang paling penting adalah bagaimana kamu menghadapinya dan belajar dari itu. Pengalaman negatif ini juga bisa menjadi bekal agar kita bisa menjadi traveller yang lebih baik. Bukan hanya kamu, tim HHWT pun pernah mengalami 'kesialan' saat traveling. Meskipun demikian, hal itu tidak sedikit pun mengurangi semangat kami untuk menjelajahi dunia.
Suzana dan Mikhail
 Di balik predikatnya sebagai kota yang romantis, kamu harus ekstra hati-hati saat menjelajahi Paris. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Suzana dan Melvin. "Kami dicopet saat hari pertama di Paris. Beberapa orang mencurigakan terus merapat ke kami waktu naik kereta. Kami pun curiga dan memutuskan turun di stasiun terdekat. Tapi semua sudah terlambat, dompet Mikhail dicopet termasuk kartu mualaf di dalamnya. Meski semuanya bisa diganti lagi, prosesnya sangat memakan waktu," kisah Suzana. Setibanya di hotel, mereka langsung memblokir semua kartu penting dan menghubungi asuransi. Hari pertama di Paris pun terpaksa dihabiskan dengan mengurus laporan di kantor polisi setempat. Meski demikian, pengalaman buruk ini tidak membuat kami kehilangan cinta terhadap Paris. Kami tetap ingin kembali ke sana, kali ini dengan ekstra hati-hati. Ke manapun kamu pergi, selalu ada bahaya yang mengintai. Tapi jangan takut, tetaplah berhati-hati dan baca lebih banyak tentang pengalaman orang lain di sana. Tips agar terhindar dari copet:
  • Perhatikan barang bawaan saat berada di transportasi umum dan tempat wisata
  • Kalau kamu pergi bersama-sama, tetaplah berdekatan dan saling jaga.
  • Jangan bawa terlalu banyak uang tunai. Jangan bawa semua tanda pengenal (SIM saja sudah cukup).
  • Ingat-ingat apa saja benda yang ada di dalam dompet agar pelaporan lebih lengkap untuk klaim asuransi.
Kamu bisa membaca pengalaman Suzana dan Mikhail saat di Paris di halaman ini!
Faruq
 Asik jalan-jalan, kadang kita tidak sadar kalau ada yang hilang. Itulah yang terjadi pada Faruq saat traveling ke Montreal, Kanada pada tahun 2015 lalu. "Saya sangat sedih waktu handphone saya hilang di sana. Sepertinya jatuh di salju waktu saya akan naik seluncuran. Agaknya berlebihan memang untuk menangisi sebuah handphone. Saat itu saya bukanmenangis karena kehilangan handphone, tapi lebih karena saya sendirian dan kehilangan semua memori selama 4 bulan saya di sana," tutur Faruq. Satu hal yang paling membekas baginya adalah kebaikan para staf yang membantunya menyisir area beberapa kali. Seorang turis lain bahkan meminjamkan handphonenya agar Faruq bisa menghubungi pemilik penginapannya via Facebook. Tidak hanya itu, sang pemilik penginapan juga mengantarkan Faruq untuk melapor ke kantor polisi. Menurutnya, mungkin inilah cara Allah untuk selalu melihat kebaikan dalam orang lain. Faruq pun tidak kapok pergi solo trip lagi, bahkan ia kembali ke tempat kejadian beberapa tahun kemudian. Tips solo traveling:
  • Selalu perhatikan barang bawaan ke manapun kamu pergi.
  • Jangan takut untuk minta tolong kepada penduduk lokal meskipun ada kendala bahasa.
  • Selalu catat nomor penting (lebih baik di secarik kertas) di beberapa tempat!
  • Pastikan kamu mengabari orang rumah tentang itinerary perjalanan kamu.
Simak juga tips solo traveling untuk pemula di halaman ini!
Cheng Sim
 "Waktu ke Beijing, saya dan teman-teman terjebak dalam sebuah tur dengan destinasi belanja murah. Kami dipaksa untuk mampir ke toko matras, perhiasan, bantal, dan porselen. Setelah 3 hari, kami sudah muak dan tidak ingin ikut belanja. Namun ternyata, pemandu sudah membuat kesepakatan dengan para pemilik toko untuk membawa tamu ke sana," ujar Cheng Sim. Ia pun tidak punya pilihan selain ikut dan menunggu sampai waktu belanja di setiap toko usai. Sungguh sebuah ujian bagi kesabaran. Kesalahan Cheng Sim adalah kurang teliti saat menerima itinerary. Karenanya, selalu baca setiap detail dalam itinerary ataupun pemberitahuan sebelum kamu menyetujuinya! 
Elaine
Selain dicopet saat naik kereta di Paris, liburan 20 hari Elaine di ERopa juga diwarnai oleh eksimnya yang kambuh. "Kulit saya memang sensitif, tapi belum pernah kambuh separah ini. Teman saya mengantarkan saya ke klinik untuk berobat. Sayangnya, sulit untuk mendapatkan diagnosis yang tepat karena kendala bahasa. Obat yang diberikan juga tidak terlalu manjur," kenang Elaine. Obat alergi juga tidak membuat keadaan Elaine menjadi lebih baik. "Kami juga salah besar karena dicopet dan tidak melaporkannya ke kantor polisi, jadi kami tidak bisa mengklaim asuransi. Saya hanya menelepon orang rumah untuk memblokir semua kartu," tambahnya. Kejadian ini membuat Elaine menyadari pentingnya persiapan untuk menghadapi segala situasi. Ke depannya, ia bertekad untuk selalu memperiapkan segala sesuatu dengan lebih baik. Tips ketika jatuh sakit di luar negeri:
  • Selalu bawa obat-obatan pribadi untuk persiapan menghadapi iklim dan cuaca yang berbeda.
  • Cari alternatif obat yang biasa kamu konsumsi dengan bertanya ke dokter sebelum perjalanan.
  • Selalu perhatikan barang bawaan. Pastikan tas kamu tertutup rapat, terutama di tempat ramai.
  • Selalu catat nomor penting, termasuk bank dan asuransi kamu.
Shasha
 Sama seperti Elaine, Shasha juga jatuh sakit di tengah perjalanan. Udara Ottawa yang kering ditambah suhu dingin membuatnya radang tenggorokan parah. Bukan cuma itu, ia juga menderita sakit perut yang parah. "Saya kira itu cuma sakir perut biasa, tapi rasanya sakit sekali sampai saya menangis. Setelah 20 menit naik kereta, setibanya di stasiun saya langsung lari ke toilet untuk muntah. Beberapa museum pun terpaksa saya batalkan karena waktu tidak cukup," kata Shasha. Setelah kejadian itu, ia selalu menjaga kesehatan sebelum perjalanan. Ia pun lebih mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh badannya. Tips mempersiapkan fisik sebelum perjalanan:
  • Pastikan kamu dalam keadaan sehat sebelum berangkat. Demam sedikit saja bisa jadi lebih buruk dalam perjalanan.
  • Selalu bawa sebotol air minum dan obat-obatan dasar (obat sakit kepala, obat lambung, obat masuk angin) untuk jaga-jaga.
  • Bawa perlindungan ekstra untuk cuaca dingin seperti syal, sarung tangan, dan topi.
Traveling adalah sebuah berkah untuk melihat dunia. Namun, perjalanannya tidak selalu sempurna. Meskipun demikian, semua pengalaman ini akan membuat kita lebih kuat dan lebih siap menghadapi berbagai situasi.