icon
icon
article hero

Gunung Prau dan Bukit Sikunir Dibuka Kembali untuk Wisatawan

AvatarName

Tiara  •  Jul 07, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mengumumkan uji coba pembukaan wisara pendakian Bukit Sikunir dan Gunung Prau. Pembukaan kembali ini dilaksanakan selama 30 hari pada bulan Juli 2020 lalu. Hal ini pun diikuti dengan penerapan protokol kesehatan di kawasan pendakian tersebut. Dalam unggahan di Instagram, Disparbud Wonosobo mengumumkan wisata pendakian Bukit Sikunir akan dibuka mulai tanggal 1 Juli 2020, sementara pendakian Gunung Prau akan kembali dibuka untuk wisatawan mulai tanggal 3 Juli 2020. Meskipun telah dibuka, tidak semua wisatawan bisa langsung mendaki seperti yang biasa mereka lakukan. Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan jika wisatawan hendak mendaki di kawasan wisata ini.
Wisatawan dari daerah tertentu
Dalam uji coba ini, hanya wisatawan yang berdomisili Yogyakarta dan Jawa Tengah yang diizinkan mendaki gunung yang berada di 4 kabupaten, yakni Batang, Kendal, Temanggung, dan Wonosobo ini. Sementara daerah lainnya belum diizinkan untuk datang ke tempat ini, terutama daerah yang masih menjadi zona merah Covid-19. Pembukaan untuk umum masih menunggu kondisi pandemi membaik.
Persyaratan yang wajib dibawa
Para wisatawan yang datang ke kawasan ini pun diwajibkan membawa sejumlah persyaratan untuk menjamin kesehatan mereka. Selain surat keterangan sehat dari puskesmas asal domisili, pendaki wajib membawa hand sanitizer , minimal 2 buah masker, minimal 2 pasang sarung tangan, dan perlengkapan standar pendakian yang dibutuhkan. Jika tidak membawa surat keterangan sehat, pendaki bisa memeriksakan diri ke Puskesmas Kejajar dengan petugas kesehatan (khusus via basecamp Patakbanteng) untuk mendapatkan surat tersebut. 
Basecamp dibuka secara bertahap
Basecamp atau titik awal pendakian gunung ini tersebar di beberapa tempat. Namun, baru basecamp Dieng yang telah dibuka sejak 3 Juli 2020 lalu. Sementara 5 basecamp lainnya, yakni Wates, Igirmranak. Patakbanteng, Kalilembu, dan Dwarawati baru akan dibuka pada 10 Juli 2020 mendatang. Selain itu, wisatawan pun belum diizinkan untuk menginap di Gunung Prau, kecuali dengan izin khusus. Para pendaki harus sudah turun (check out) dari pendakian paling lambat jam 12.00 waktu setempat.
Pembatasan kapasitas pengunjung
Pihak pengelola membatasi jumlah pengunjung yang datang setiap harinya, yakni hanya separuh dari kapasitas normal atau sekitar 1.500 orang per hari. Kuota ini dibagi ke beberapa basecamp dengan rincian basecamp Dieng 250 orang, Patakbanteng 600 orang, Kalilembu 200 orang, Wates 250 orang, Igirmnarak 100 orang, dan Dwarawati 100 orang.
Protokol kesehatan
Pihak pengelola telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan untuk diterapkan di kawasan ini. Ketika tiba di basecamp , pendaki wajib melakukan registrasi dengan KTP masing-masing. Kemudian pendaki wajib mencuci tangan dengan sabun dan akan disterilkan dengan desinfektan. Tidak lupa, petugas pun akan mengecek suhu tubuh setiap pendaki. Simulasi protokol kesehatan ini pun telah dilakukan oleh pengelola beberapa waktu lalu. Uji coba pembukaan jalur pendakian ini menjadi angin segar bagi pariwisata domestik untuk kembali bangkit setelah pandemi. Para wisatawan pun diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di kawasan ini untuk kesehatan dan keselamatan bersama. Simak juga informasi lain soal wisata domestik di tanah air lainnya dalam artikel berikut ini: