icon
icon
article hero

Pameran Artefak Nabi Muhammad SAW Sedang Digelar di Jakarta

AvatarName

Shafa Rana Nusaibah  •  Apr 27, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Puluhan artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dipamerkan di Hall Convention Jakarta Islamic Centre (JIC), Koja, Jakarta Utara. Pameran ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 
Kredit : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Dilansir dari Kompas.com, terdapat 35 artefak seperti sorban, busur dan anak panah, rambut, baju zirah, hingga bekas telapak kaki Nabi Muhammad SAW yang turut dipamerkan dalam acara Ramadhan Fest 2021 ini.  “Bukan hanya ada peralatan perang, tapi juga ada kiwsah makam Rasulullah, lalu ada juga kiswah Ka'bah di zaman Utsmani, lalu kita juga ada semacam gembok kunci makam Rasulullah," ujar Muhammad Rifqi selaku ketua penyelenggara Ramadhan Fest 2021.  Beliau berharap dengan dilangsungkannya pameran ini, akan menambah kecintaan umat muslim kepada baginda Nabi Muhammad SAW juga para sahabatnya. Beliau juga menjelaskan bahwa artefak-artefak ini didapatkan dari berbagai tempat di penjuru dunia seperti Mesir, Yaman, Kairo, Mekkah dan juga Madinah.  Jadi ada arkeolog selama 20 tahun mencari, bahkan pernah ditemukan di salah satu pasar di Madinah," ucap Rifqi. Menurutnya, artefak-artefak ini telah dipamerkan di negara lain seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Kredit : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Selain peninggalan Nabi Muhammad SAW,juga dipamerkan beberapa peninggalan sahabat-sahabat nabi seperti pedang dan baju zirah, serta benda-benda bersejarah lain bekas peninggalan masa kejayaan Islam. Menurut sumber ini, pameran akan dilaksanakan selama sebelas hari. Terhitung mulai dari Jumat (23/4) hingga Senin (3/5). Adapun waktu operasionalnya dimulai pada pukul 10.00 hingga 17.00 WIB dan dilanjut lagi seusai shalat tarawih hingga 22.00 WIB. Dengan banyaknya antusiasme yang didapatkan, panitia penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hanya 25% dari total kapasitas gedung yang diperbolehkan memasuki area pameran. Selain itu, panitia juga menyediakan tes antigen bagi para pengunjungnya.  Rifqi juga menyatakan bahwa pihak penyelenggara tidak menyediakan tiket masuk bagi para pengunjung. Jika kamu ingin mampir kesini, kamu hanya diminta membayar infaq atau sumbangan kepada panitia. "Mudah-mudahan infak ini bertujuan baik. Menjaga, merawat, karena memang nggak murah kita mendatangkan kesempatan yang luar biasa Alhamdulillah. Mudah-mudahan punya makna, kita memperkenalkan bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah SAW," lanjut Rifqi.
Kredit : CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Pengunjung juga mengaku senang dengan adanya pameran ini. Syaiful Gede (52) mengatakan bahwa ia sangat antusias untuk melihat peninggalan Nabi Muhammad SAW juga para sahabatnya.  Syaiful juga turut mengajak kedua anaknya untuk melihat secara langsung barang peninggalan nabi tersebut untuk mengajarkan sejarah Islam. Dia juga mengatakanberbagai peninggalan itu menunjukkan semangat Nabi Muhammad saat menyebarkan ajaran Islam. Simak juga rekomendasi dan kisah seputar Ramadhan lainnya dalam artikel berikut ini :