icon
icon
article hero

Mengharukan, Masjid di Myanmar Jadi Tempat Isi Ulang Oksigen

AvatarName

Tiara  •  Jul 19, 2021

icon

Masjid menjadi tempat dimana isi ulang tabung oksigen dilakukan.

Saat semua tempat isi ulang oksigen dipenuhi antrian yang cemas, sebuah masjid menyediakan isi ulang oksigen bagi warga yang membutuhkan. Di Indonesia sendiri, sempat terjadi kelangkaan oksigen medis di sejumlah daerah. Pelaksanaan vaksin Covid-19 yang semakin gencar pun diharapkan mampu mencegah kondisi pandemi di tanah air semakin buruk.
isi ulang oksigen
Kredit: Thinzar Shunlei Yi Sebuah pemandangan mengharukan tampak di pinggir jalan di kota Dawbon, Myanmar pada 12 Juli 2021. Puluhan orang mengantri di bawah rintik hujan demi mendapatkan isi ulang oksigen. Uniknya, antrian ini bukan terjadi di fasilitas kesehatan ataupun di gerai isi ulang oksigen, melainkan di Masjid Nwe Aye kota Dawbon.

Sulitnya mencari isi ulang oksigen di Myanmar

Tak jauh berbeda dengan Indonesia, masyarakat Myanmar pun mulai memadati tempat isi ulang oksigen demi menyelamatkan nyawa kerabat mereka yang tengah terinfeksi Covid-19. Dilansir dari sumber ini, peralatan medis semakin langka sejak kudeta militer terjadi pada 1 Februari 2021 lalu. Akibatnya, kini oksigen murni pun semakin sulit ditemukan. Seorang warga bahkan menyebutkan bahwa isi ulang oksigen kini lebih sulit ditemukan daripada uang.
isi ulang oksigen
Kredit: Thinzar Shunlei Yi

Masjid bantu sediakan isi ulang oksigen di Myanmar

Dalam unggahannya, Thinzar menggarisbawahi insiatif Masjid Nwe Aye di Dawbon dalam membantumemenuhi kebutuhan oksigen warga yang membutuhkan. Hal ini pun bukan untuk pertama kalinya. Masjid yang sama pun tercatat menyumbangkan makanan gratis ke Covid Centers tahun lalu.
isi ulang oksigen
"Mulai dari revolusi ini, Myanmar harus merangkul keberagaman serta menghormati kekuatan dan cinta akan sesama dari agama minoritas," ungkap Thinzar dalam cuitannya.

Bukan hanya isi ulang oksigen

Sejak September tahun lalu, Masjid Nwe Aye telah mengumpulan dana dan menyalurkan makanan gratis ke berbagai pusat karantina Covid-19, rumah sakit, hingga untuk para gelandangan di kota Yangon.
isi ulang oksigen
Gerakan ini berawal dari pendistribusian makanan halal bagi para umat Muslim yang kesulitan menemukannya selama periode lockdown.  Seiring dengan kondisi yang semakin memburuk, gerakan ini kemudian semakin gencar hingga mencapai 5.000 porsi makanan per hari yang dibagikan setiap pagi dan sore. Bukan hanya umat Muslim, pada akhirnya umat agama lain seperti Buddha dan Hindu pun memberikan donasi kepada masjid untuk mendukung gerakan ini. Simak juga informasi seputar apa yang bisa kamu lakukan selama di rumah dalam artikel berikut ini: