icon
icon
article hero

10 Makanan Khas Jakarta, Sudah Coba Semua?

AvatarName

Shafa Rana Nusaibah  •  May 07, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Jakarta memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Kota multikultural ini memiliki banyak sekali destinasi wisata yang menarik mulai dari alam hingga kuliner. Tidak banyak orang mengetahui bahwa Jakarta memiliki berbagai macam jenis makanan khas. Berbagai makanan tradisional khas Jakarta ini, belum banyak orang tahu kelezatannya.
Kamu sendiri yakin, sudah coba semua makanan tradisional khas Jakarta berikut ini? Jangan khawatir, tim HHWT sudah merangkum beberapa rekomendasi makanan tradisional khas Jakarta yang sudah terkenal lezat dan bisa menjadi referensi wisata kuliner kamu!
1. Kerak Telor
Makanan khas Jakarta yang paling tersohor ini merupakan salah satu menu favorit wisatawan Ibukota karena rasanya yang gurih dan legit. Kerak Telor terbuat dari  beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi yang disangrai kering sampai menjadi serundeng, lalu ditambah bawang goreng, kemudian diberi bumbu halus seperti kelapa sangrai. Yang menarik dari Kerak Telor adalah cara memasaknya.  Telur dimasak ketika setengah matang akan dibalik wajannya menghadap panas arang dari anglo lalu dibiarkan seperti itu sampai matang sehingga menjadi kerak.
2. Asinan Betawi
Asinan Betawi memiliki isian berupa sawi, kol, tauge, tahu putih dan selada yang ditaburi dengan kacang tanah goreng kemudian campurkan dengan kuah bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai dengankerupuk mie besar berwarna kuning. Selain nikmat, makanan ini juga menyehatkan karena cukup rendah kalori dan banyak mengandung sayuran.
3. Soto Betawi
Soto Betawi merupakan soto dengan kuah santan yang dicampur dengan susu. Soto Betawi diisi dengan daging sapi beserta jeroan dan organ sapi atau bisa juga ayam dan memiliki rasa gurih.  Soto Betawi merupakan hidangan yang digemari oleh banyak orang. Penggemarnya tidak hanya orang di Jakarta, masyarakat lain di berbagai daerah di Indonesia juga gemar menyantap masakan khas Betawi ini.
4. Soto Tangkar
Soto Tangkar merupakan makanan khas Betawi yang sudah dibuat sejak zaman kolonial Belanda. pada saat itu, masyarakat Betawi hanya mampu membeli iga sapi yang sedikit dagingnya (tangkar). Kini, soto tangkar dijual dengan tambahan daging dan jeroan. Soto ini memiliki kuah santan dengan rasa yang tidak terlalu berat sehingga sering kali dijual sebagai sarapan.
5. Putu Mayang
Putu mayang merupakan makanan tradisional khas Jakarta yang dibuat dari tepung kanji atau tepung beras, kemudian dibentuk menyerupai mie. Putu mayang disajikan dengan kuah santan dan kinca atau gula jawa cair.
6. Kue Kembang Goyang
Makanan khas berikutnya adalah kembang goyang. Kue Yang memiliki tekstur renyah ini memiliki rasa yang unik dan tidak terlalu manis. Sesuai dengan namanya, kembang goyang memiliki bentuk yang menyerupai bunga (kembang), dan dibuat dengan cara digoyang-goyangkan sampai adonanlepas dari cetakan.Makanan ini seringkali muncul dalam berbagai acara masyarakat adat betawi.
7. Selendang Mayang
Es selendang mayang sangat nikmat dinikmati di siang hari. Camilan ini terdiri dari es serut yang dituang santan dan sirup manis. Kue yang digunakan dalam es selendang mayang merupakan kue talam yang dipotong kecil.
8. Bir Pletok
Meskipun namanya bir pletok, namun minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Dibuat dari bahan dasar rempah-rempah khas Indonesia dengan campuran jahe, daun pandan, serta serai, sehingga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh.  Minuman ini sering kali disajikan dengan tambahan kayu secang sehingga warna bir akan menjadi merah ketika ditambah dengan air panas. 
9. Laksa Betawi
Laksa Betawi menjadi makanan tradisional khas Jakarta yang lezat. Hidangan ini terdiri dari bihun, daun kemangi, telur, perkedel, dan juga daun kucai. Kuahnya menggunakan kuah kuning. Sehingga rasanya gurih dan manis. Ini adalah salah satu jenis kuliner yang juga mudah ditemukan. Biasanya pedagangnya merupakan keturunan Cina-Betawi.
10. Roti Buaya
Makanan tradisional khas Jakarta ini dikenal sebagai icon pernikahan adat Betawi. Kuliner khas betawi satu ini memiliki panjang sekitar 50 cm. Biasanya dibawa oleh mempelai laki-laki untuk diberikan kepada pengantin wanita di dalam pernikahan atau lamaran di pernikahan adat Betawi. Roti buaya ini memiliki makna tersendiri bagi warga Betawi, yaitu sebagai ungkapan kesetiaan pasangan menikahyang dipercaya masyarakat Betawi secara turun-temurun.