icon
icon
article hero

7 Makanan Khas Imlek dan Makna di Baliknya

AvatarName

Tiara  •  Jan 14, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Makanan khas Imlek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan tahunan ini. Jika kamu punya kerabat yang merayakan Imlek, hidangan ini pasti disajikan di rumah mereka. Bukan sekedar suguhan, makanan khas Imlek ini juga memiliki makna tersendiri. Berikut adalah beberapa makanan khas Imlek yang bukan hanya enak, namun juga memiliki makna positif yang dipercaya oleh orang yang merayakannya.
Siu Mie
Makanan khas Imlek ini juga dikenal sebagai mi panjang umur. Sesuai namanya, hidangan ini diharapkan dapat memberikan umur yang panjang kepada yang memakannya. Cara membuatnya sama dengan membuat mi goreng biasa. Namun, tidak boleh terlalu sering diaduk agar lembaran mi tidak banyak yang putus. Karena itulah, mi yang digunakan untuk Siu Mie biasanya lebih tebal dan kenyal.
Yu Sheng
Makanan khas Imlek ini adalah sajian istimewa yang jarang ditemukan. Yu Sheng merupakan sejenis salad yang terdiri dari irisan aneka buah, sayur, dan ikan salmon. Untuk menyantap Yu Sheng pun ada cara tersendiri, yakni dengan diracik bersama-sama dan diangkat tinggi-tinggi dengan sumpit. Tidak lupa, doa-doa yang baik pun dipanjatkan selama prosesnya.
Kue Keranjang
 Makanan khas Imlek yang satu ini mungkin sudah tidak asing bagi banyak orang. Kue keranjang atau Nian Gao adlah kue manis yang terbuat dari tepung ketan dan gula yang dimasak. Rasa kue keranjang ayng manis melambangkan rasa suka cita, teksturnya yang lengket melambangkan persaudaraan yang erat, sementara bentuk lingkaran melambangkan makna kekeluargaan yang tidak lekang oleh waktu. 
Telur teh
\ Bukan telur biasa, makanan khas Imlek ini lebih dari sekedar telur rebus berbumbu. Cita rasanya yang khas berasal dari daun teh, adas, kayu manis, jeruk, dan kecap. Telur ini pun melambangkan kesuburan dan dipercaya dapat membantu kesejahteraan di tahun yang baru.
Bandeng
Menjelang Imlek, para penjual ikan mulai ramai menjajakan ikan bandeng. Ikan ini memang merupakan makanan khas Imlek. Biasanya, bandeng dimasak menjadi pindang berkuah dengan kecap manis. Bandeng pun tidak dipotong-potong dan disajikan secara utuh sebagai lambang rezeki dan keberuntungan terus menerus.
Kuo Tie
Kuo Tie atau Jiaozi juga makanan khas Imlek yang tidak pernah absen disajikan. Pangsit berisi campuran daging ini disantap sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan karena bentuknya menyerupai uang kuno.
Sup Delapan Jenis (Eight Treasure Soup)
Sesuai namanya, makanan khas Imlek ini dimasak dengan delapan bahan dasar, yakni timun laur, jamur tungku, udang, ikan, perut ikan, abalon, kerang, jamur hitam, kacang, dan biji bunga teratai. Angka delapan dalam budaya China dianggap sebagai lambang kesatuan dan kesempurnaan karena garisnya yang tidak putus. Karenanya, sup ini dibuat dengan delapan bahan dengan harapan membawa kemakmuran.  Tahukah kamu bahwa Tahun Baru Imlek awalnya dirayakan untuk menyambut datangnya musim panen dan musim semi? 
Menjelang datangnya Tahun Baru Imlek, HHWT mengajak kamu untuk turut serta menikmati kemeriahannya dalam Hello Spring Festival 2021!
Ada apa saja di festival ini?
Akan ada berbagai booth virtual yang menarik, termasuk dari JR West, Klook, dan Singapore Tourism Board. Kamu juga bisa bergabung dalam program siaran live menarik dengan berbagai tema, seperti pengalaman para mualaf yang merayakan Tahun Baru Imlek, tradisi dan kebiasaan di Tahun Baru Imlek, dan kiat agar acara makan bersama keluarga lebih menyenangkan. Kamu juga bisa memenangkan Lucky Draw berupa empat voucher GrabFood senilai masing-masing Rp 200.000 dan Grand Lucky Draw masing-masing satu voucher staycation di Hotel Pullman Jakarta Thamrin dan Central Park! Daftar sekarang juga di halaman ini. Sampai ketemu di Hello Spring Festival 2021! Simak juga pengalaman umat Muslim keturunan China dalam merayakan Imlek di halaman ini: