icon
icon

Sejarah Kerak Telor, Kudapan Khas Jakarta

AvatarName

Shafa Rana Nusaibah  •  May 27, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Siapa yang tidak mengenal makanan khas Jakarta yang satu ini? Makanan yang terbuat dari campuran telur, beras ketan, yang ditambah dengan udang kering dan bumbu-bumbu ini selalu menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Ibukota.  Kerak Telor namanya, makanan yang satu ini merupakan makanan khas Betawi yang sering juga disebut sebagai omelet orang Betawi. Kamu bisa dengan mudah menjumpai makanan ini di pinggir jalan. Terlebih lagi jika sedang ada perayaan di Jakarta baik perayaan memperingati hari jadi Kota Jakarta atau Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Siapa yang sangka, makanan legendaris ini ternyata sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda loh! Saat itu, masyarakat Betawi dan Batavia terutama di kawasan menteng merupakan salah satu daerah yang memproduksi banyak kelapa. Sehingga kalangan masyarakat di sana dengan sengaja memanfaatkan kelapa sebagai campuran untuk membuat makanan.  Kerak telor diciptakan oleh masyarakat Betawi secara tidak sengaja. Makanan ini tercipta saat masyarakat Betawi atau Batavia mencoba membuat beragam makanan dengan memanfaatkan buah kelapa. Namun ada juga yang menyatakan bahwa kudapan ini lahir atas tantangan warga Belanda di Jakarta yang menginginkan makanan sehat dari bangsa pribumi sebagai pembuka.  Kemudian ahli masak asal Betawi menawarkan sebuah kreasi omelettdean perpaduan ketan putih yang diracik dengan rempah asli Indonesia. Tak disangka, warga Belanda amat menyukainya. Sejak itu kerak telor menjadi makanan yang populer dan dijadikan sebagai sajian khas masyarakat pribumi di Batavia. Pada tahun 1970,  masyarakat Betawi memberanikan diri untuk menjajakan kerak telor di kawasan tugu Monas. Tak disangka, makanan ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar. Bahkan makanan ini juga terkenal sebagai makanan favorit masyarakat Elit di Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, kerak telor menjadi makanan yang disukai oleh banyak kalangan. Selain rasa yang nikmat, kerak telor juga memiliki harga yang terjangkau. Terbuat dari bahan sederhana seperti beras ketan, telur, dan rempah sebagai penyedap rasa. Makanan ini dimasak menggunakan wajan. Ketika sudah setengah matang, kerak telor akan dibalik dan dikipasi. Nantinya kudapan ini akan disajikan saat sudah matang dan kering bersama dengan serundeng atau parutan kelapa dan bawang goreng.  Bahkan di zaman kepemimpinan Gubernur Jakarta Ali Sadikin, kerak telor juga mulai dipromosikan hingga terus berlanjut di masa kepemimpinan Fauzi Bowo, Joko Widodo, Basuki Thahaja Purnama, hingga Anies Baswedan.  Di masa tersebut kerak telor selalu menjadi sajian utama dalam acara-acara besar di Jakarta, hingga menjadi sebuah identitas ibu kota seperti sekarang.