icon
icon
article hero

Liburan ke Jogja? Simak Dulu Protokol New Normal di Malioboro

AvatarName

Tiara  •  Jul 12, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Berbagai daerah di Indonesia kini mulai mempersiapkan diri untuk menyambut era new normal, tak terkecuali di bidang pariwisata. Salah satu kawasan wisata favorit wisatawan yang sudah mulai dibuka kembali dengan protokol new normal adalah kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta. Pertokoan, hotel, dan restoran di kawasan ini memang sudah diizinkan untuk beroperasi kembali dengan protokol kesehatan. Tidak hanya itu, Jalan Malioboro pun tidak luput dari hal ini. Meski hanya jalan-jalan di trotoarnya, ada protokol kesehatan yang harus kamu patuhi, yakni sebagai berikut.
Wajib pakai masker dan periksa suhu tubuh
Pengawasan ketat terhadap pengunjung dimulai sejak memasuki kawasan Malioboro. Pemkot Yogyakarta memasang pagar di area masuk Malioboro yang hanya bisa dilalui satu orang. Pagar ini dipasang di 2 titik, yakni di depan hotel Grand Inna Malioboro di sisi utara dan Ngejaman di sisi selatan. Setiap pengunjung wajib diperiksa suhu tubuhnya dan mengenakan masker selama berada di kawasan Malioboro. Pengunjung yang suhu tubuhnya di atas 37,4 tidak diizinkan masuk.
Sistem zonasi
Kawasan Malioboro terbagi menjadi beberapa zona untuk mengatur kuota pengunjung yang berada di sana dalam satu waktu. Jalan Malioboro hingga titik nol kilometer Yogyakarta akan terbagi dalam 5 zona sebagai berikut:
  • Zona 1 - dari hotel Grand Inna Malioborohingga Malioboro Mall
  • Zona 2 - dari Malioboro Mall hingga Hotel Mutiara
  • Zona 3 - dari Halte Transjogja 2 hingga Suryatmajan
  • Zona 4 - dari Suryatmajan hingga Pabringan
  • Zona 5 - dari Pabringan hingga Titik Nol Yogyakarta
Wajib mengisi data dan memindai QR code
Selain masker dan pemeriksaan suhu tubuh, pengunjung Malioboro juga dimonitor oleh petugas dengan memberlakukan sisten QR code. Setiap pengunjung wajib memindai QR code yang ada di trotoar dan mengisi data diri. Data tersebut akan disimpan di server Pemkot Yogyakarta untuk mewaspadai temuan kasus positif Covid 19 di masa depan. Setiap kali berpindah zona, pengunjung wajib memindai QR code yang tersedia. Dengan demikian, petugas bisa memonitor jumlah dan pergerakan pengunjung di Malioboro.
Tersedia tempat cuci tangan di berbagai lokasi
Pengelola Malioboro pun memastikan pengunjung menjaga kebersihan dengan menyediakan tempat cuci tangan di berbagai sudut. Pengunjung diharapkan menggunakannya setiap beberapa saat untuk menjaga agar tangan tetap bersih selama berada di kawasan Malioboro.
Andong wajib menggunakan masker, face shield, dan memasang pembatas
Kendaraan tradisional seperti andong pun turut menerapkan protokol kesehata. Kusir andong wajib mengenakan masker dan face shield. Selain itu, tempat duduk andong pun dipasangi pembatas antara kursi penunpang dan kusir. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kontak langsung antara kusir dan penumpang andong.
Wajib menjaga jarak
Pengelola Malioboro pun memastikan keamanan pengunjung dengan memberi tanda dan pembatas jarak aman di sejumlah tempat. Misalnya dikursi panjang yang berada di trotoar, salah satu sisinya dipasangi tali agar tidak diduduki bersebelahan. Selain itu, beberapa spot berfoto yang populer pun diberi penanda jarak aman untuk para pengunjung yang mengantri giliran berfoto. Kamu bisa melihat praktik penerapan protokol kesehatan tersebut dalam video di atas ya! Semua usaha ini dilakukan oleh pemerintah setempat untuk melindungi warganya dan pengunjung yang berada di Malioboro. Sekarang, tugas kita sebagai wisatawan yang bertanggung jawab adalah mematuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku. Semoga dengan cara ini, industri pariwisata di tanah air dapat terus bangkit dan membuka diri untuk wisatawan. Simak informasi lain tentang Yogyakarta dalam artikel berikut ini: