icon
icon
article hero

Laksa Betawi adalah makanan yang wajib kamu coba.

Dari sekian banyak makanan khas Jakarta, laksa Betawi adalah satu yang tidak boleh kamu lewatkan. Bukan hanya lezat, laksa Betawi pun sudah jarang ditemukan. Hanya sedikit kedai laksa yang menyajikan cita rasa Betawi autentik, salah satunya adalah Laksa Betawi Assirot. Sebelum kamu berangkat buat mencicipinya, simak dulu deh ulasan dari member Tribes by HHWT, Cesgitha Wirati. Lihat juga cerita dari member Tribes by HHWT lainnya dalam artikel berikut ini: Soto Betawi. Dari namanya saja, kita sudah mengenal makanan berkuah gurih dari Betawi ini. Namun, bagaimana dengan Laksa Betawi? Apakah kalian sudah pernah mencobanya? Sekilas nama makanan ini mungkin hampir sama dengan nama makanan yang ada di Malaysia, Singapura atau Thailand. Nama Laksa sendiri berasal dari bahasa Sanserkerta, Laksha, yang berarti banyak.
Kredit: Cesgitha Wirati Perbedaan Soto Betawi dan Laksa Betawi ada di bumbu dan kuah. Soto Betawi lebih banyak memakai santan atau susu supaya gurih, sedangkan Laksa Betawi kuah lebih kuning karena banyak rempah-rempah di dalamnya. Teman makan Soto Betawi pun biasanya nasi dan acar dengan tambahan lauk lain seperti sate kambing. Berebda dengan Laksa Betawi yang berisi ketupat disiram kuah santan gurih berwarna kuning kunyit yang kaya rempah dan tambahan lauk lainnya seperti semur jengkol, semur daging, atau semur telur. Laksa adalah makanan dengan bumbu peranakan dari budaya Tionghoa dan Melayu. Biasanya laksa menggunakan mi, tetapi laksa Betawi menggunakan ketupat, sementara laksa Palembang dan Kepuluan Riau memakai tepung sagu. Laksa terbagi atas tiga jenis, yakni laksa Kari, laksa Assam dan laksa Indonesia. Laksa Kari atau Peranakan banyak terdapat di Singapura, Malaysia bagian Utara, dan Thailand bagian Selatan. Sementara itu, laksa Assam banyak terdapat di Malaysia. Di Indonesia laksa Betawi dan laksa Jepara menggunakan udang rebon di dalam bumbu. Lain halnya dengan di Banjar, Kalimantan Selatan, mereka memakai ikan gabus di dalam bumbu dan laksa Bogor atau laksa Tangerang memakai oncom sebagai bumbu. 
Kredit: Cesgitha Wirati Kenapa laksa Betawi ini dinamakan Assirot? Karena warung ini berada di Jalan Assirot sejak tahun 1972. Kuahnya yang gurih karena banyak rempah-rempah yang dihaluskan lalu dimasak dengan santan. Di dalam kuah gurih ini ditaruh potongan kucai, daun kemangi, dan kecambah taoge.
Kredit: Cesgitha Wirati Sepiring laksa Betawi Assirot ini harganya tidak mahal masih di bawah Rp. 50.000, itupun sudah termasuk semur daging atau telur, kerupuk, dan minuman. Terkadang warung ini sudah tutup pada sore hari karena makanannya sudah habis terjual. Sebelum pergi ke warung ini selama PPKM, lebih baik telepon, Whatsapp, atau hubungi lewat Telegram terlebih dahulu. Kalau mau take away, kamu bisa pesan sehari sebelumnya. Laksa Betawi Assirot Alamat: Jl. Assirot No. 1, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Buka Setiap Hari Jam: 10:00- 21:00 Nomor telepon: 021 726 7504 dan +62 859 2199 7864

Yuk, bergabung dengan Tribes by HHWT!

Pandemi Covid-19 membuat kita tidak bisa bepergian, karena itulah kami meluncurkan Tribes. Tribes adalah sebuah platform di mana kamu berbagi foto, video, dan artikel tentang travel, kuliner, dan topik lainnya. Dengan bergabung dan mengirimkan konten, kamu berkesempatan mendapatkan hadiah voucher setiap bulannya, datang ke undanganmedia, berkolaborasi dengan brand, hinggajalan-jalan ke luar negeri. Langsung saja bergabung dengan Tribes by HHWT dengan mengisi formulir di halaman ini:

http://bit.ly/HHWTTribesID

Kalau sudah, langsung saja upload tulisan, foto, atau video kamu ke halaman berikut ini: Artikelhttp://bit.ly/TribesStoryID Photo essayhttp://bit.ly/TribesPhotoStoryID Videohttp://bit.ly/TribesVideoID