icon
Ilmuwan Muslim Indonesia yang Masuk dalam "Time 100: The Most Influential People 2021" di Mata Melinda Gates

Adi Utarini, Ilmuwan Muslim Indonesia yang Masuk dalam "Time 100: The Most Influential People 2021" di Mata Melinda Gates

avatar-name

Auli Cinantya Hadi •  Sep 17, 2021

Majalah asal Amerika Serikat, TIME, baru saja merilis daftar 100 Most Influental People 2021. Daftar ini berisikan 100 tokoh yang dianggap paling berpengaruh di dunia, yang diperbarui setiap tahunnya. Di tahun ini, Adi Utarini, Ilmuwan asal Indonesia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut.

Adi Utarini, Ilmuwan Berbakat Asal Indonesia

Kredit foto: Times

Siapa Sosok Adi Utarini?

Adi Utarina ialah seorang ilmuwan berasal dari Yogyakarta. Masuknya sang ilmuwan yang juga menjabat sebagai dosen pengajar di Universitas Gadjah Mada ini bukanlah karena kebetulan. Ia berjasa atas penanganan wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Keberhasilannya menangani wabah DBD membuat Melinda French Gates, pebisnis dan filantropis Amerika Serikat terkesan, dan mendorong Melinda untuk merekomendasikan Adi Utarini sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. "Beberapa tahun yang lalu, dalam perjalanan ke Indonesia, saya mengunjungi sebuah keluarga di dekat lab Adi Utarini di Yogyakarta. Saya ingin mendengar bagaimana dia berhasil meyakinkan mereka untuk membiarkan dia melepaskan sekawanan nyamuk di sekitar lingkungan mereka. Mereka merasa bangga untuk dapat menjadi bagian dari riset Utarini. Sebuah bukti kepercayaan yang diperoleh Utarini dari komunitasnya—dan atas urgensi yang dirasakan jutaan orang di seluruh dunia dalam memerangi demam berdarah," tutur Melinda Gates.

Dijuluki Sebagai Komandan Nyamuk

World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa penyakit DBD sebagai salah satu dari 10 ancaman terbesar bagi kesehatan dunia. Adi Utarini bersama dengan peneliti internasional dari World Mosquite Program terlah berhasil menangani wabah penyakit DBD. "Saat ini, hampir semua orang di Yogyakarta mengenal seseorang yang pernah terkena DBD. Utarini sendiri telah selamat dua kali dari penyakit ini. Namun, penyakit Dengue, belum tentu bisa bertahan dari kecerdasaan Utarini," ucap Melinda Gates. Sebuah studi yang ia lakukan bersama tim peniliti internasional tersebut mampu menurunkan tingkat penularan penyakit DBD di Yogyakarta sebesar 77%. Pencapaian ini juga membuatnya berhasil masuk dalam daftar Ten People Who Helped Science in 2020 oleh jurnal Nature.