icon
icon
article hero

6 Fakta Tentang Bandara Internasional Yogyakarta yang Baru Diresmikan Presiden Jokowi

AvatarName

Tiara  •  Sep 02, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berada di Kulonprogo pada Jumat (28/8) lalu. Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis dengan membunyikan sirene dan penandatanganan prasasti oleh presiden. Prosesi tersebut pun dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Mensesneg Pratikno, dan Menteri BUMN Erick Tohir. Bandara baru ini akan menghubungkan Yogyakarta dengan kota-kota lain, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Bandara ini pun disebut-sebut sebagai bandara terbaik di Indonesia. Lantas, apa yang membuatnya begitu istimewa? Tim HHWT telah merangkum sejumlah fakta tentang Bandara Internasional Yogyakarta untuk kamu!
Tahan gempa dan tsunami
Bandara YIA dirancang sebagai bandara tangguh yang mampu menahan gempa berkekuatan hingga 8,8 SR serta tsunami setinggi hingga 4 meter. Hal ini dilakukan dengan menempatkan landasan pacunya 4 meter lebih tinggi dari permukaan laut dan lokasinya cukup jauh dari bibir pantai. Untuk melengkapi fitur tangguhnya, bandara ini juga dilengkapi dengan Crisis Centre dan tempat penanganan serta evakuasi bencana.
Dihiasi karya seni lokal dan gerai umkm
 Selain tangguh, Bandara YIA juga menonjolkan sisi artistiknya dengan menampilkan aneka karya seniman lokal di berbagai sudutnya. Tak kurang dari 15 karya dipamerkan di beberapa titik yang tersebar di area bandara. Bukan hanya untuk menambah keindahan, hal ini pun dilakukan untuk merepresentasikan kearifan lokal yang dimiliki oleh Yogyakarta. Selain itu, ada pula sejumlah gerai yang menjual produk hasil UMKM lokal. 
Akan ada kereta layang
Untuk memudahkan aksesibilitas dari dan menuju bandara, Dirjen Perkeretaapian dan Kemenhub RI tengah membangun jalur kereta api bandara. Jalur kereta ini akan menghubungkan Bandara YIA dengan Stasiun Kedundang. Pembangunan tersebut sudah dimulai sejak akhir 2019 lalu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi pada tahun 2021 mendatang.
Kapasitas 20 juta penumpang
Satu hal yang membuat Bandara YIA istimewa adalah daya tampungnya yang besar. Bandara ini mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun, atau sekitar 11 kali lebih banyak daripada Bandara Adi Sucipto. Beberapa rute penerbangan internasional yang sebelumnya mendarat di Adi Sucipto pun kini mulai dialihkan ke Bandara YIA, misalnya rute YIA-Kuala Lumpur (PP) dengan AirAsia dan YIA-Singapura (PP) dengan maskapai Scoot.
Dibangun dalam waktu 20 bulan saja
Pembangunan bandara seluas hampir 600 hektar ini hanya memakan waktu sekitar 20 bulan saja. Hal ini pun menuai pujian dari Presiden joko Widodo pada saat peresmiannya. Selain itu, sejumlah opsi transportasi pun telah tersedia di bandara ini, mulai dari bus Damri, taksi bandara, taksi online , hingga jalur kereta api yang tengah dibangun. Interkonektivitas ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi penumpang dari dan menuju Yogyakarta. 
Ada Masjid Al Akbar
Masjid Al Akbar merupakan bagian dari Bandara YIA. Masjid yang dibangun di atas lahan seluas 760 hektar ini berada tepat di seberang gedung bandara. Bentuknya menyerupai kubah raksasa dan mampu menampung hingga 600 jamaah. Selain masjid ini, tersedia pula sejumlah musholla di terminal bandara yang bisa kamu gunakan untuk beribadah. Seiring dengan perkembangan pandemi di Indonesia, bandara ini diharapkan siap menyambut para wisatawan yang datang ke Yogyakarta melalui jalur udara nanti. Selain persiapan teknis dan finishing di sana sini, Bandara YIA pun telah menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang dan petugas. Simak juga rekomendasi wisata di Yogyakarta lainnya dalam artikel berikut ini: