icon
icon
article hero

Liburan Sambil Mengenal Budaya di 5 Desa Adat Dekat Labuan Bajo

AvatarName

Tiara  •  Aug 31, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Tempat wisata di Labuan Bajo tidak terbatas hanya pantai dan Taman Nasional Komodo. Faktanya, tanah Flores menyimpan pesona wisata yang beragam. Salah satu yang mulai dilirik adalah wisata desa adat di Labuan Bajo. Sebelum kamu merencanakan liburan ke sana, pastikan kamu memasukkan desa adat berikut ini ke dalam daftar tempat wisata di Labuan Bajo yang akan kamu kunjungi!
Wae Rebo
Desa Wae Rebo di Ruteng, Kabupaten Manggarai ini juga dikenal sebagai desa di atas awan. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, kamu harus mendaki selama kurang lebih 3 jam untuk mencapai desa ini. Selain karena panorama rumah adatnya yang unik, tempat wisata di Labuan Bajo ini juga terkenal akan pemandangan gugusan bintang Milky Way yang bisa kamu lihat dengan mata telanjang di malam hari!
Gurusina
 Gurusina dipercaya sebagai salah satu desa adat tertua di Labuan Bajo. Sempat terbakar pada tahun 2018, tempat wisata di Labuan Bajo ini memiliki sejarah megalitikum yang kental. Hal ini pun bisa dilihat dari monumen batu yang ada di tengah desa. Selain itu, panorama alamnya pun luar biasa dengan rumah adat yang berjajar di desa yang berpadu dengan latar belakang Gunung Inerie. Desa adati ini sempat terbakar habis pada tahun 2018 lalu, namun kembali dibangun dengan kearifan lokal yang sama. 
Bena
Desa Bena merupakan salah satu tempat wisata di Labuan Bajo yang sudah populer di kalangan wisatawan. Desa adat ini dibangun di atas kontur tanah yang berundak-undak. Desa ini dihuni oleh 9 suku dan konsisten mempertahankan nilai adat tradisional dalam kehidupannya. Dari kampung adat ini pun kamu bisa melihat indahnya pemandangan bukit Wolo Ra, Gunung Inerie, dan pantai selatan Pulau Flores.
Tololela
Masih di kaki Gunung Inerie, desa Totolela berjarak sekitar 45 kilometer dari kota Bajawa. Lokasinya berada di puncak bukit, sehingga kamu harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari desa Bena selama kurang lebih satu jam. Setibanya di sana, kamu akan disambut oleh keunikan desa dan keramahtamahan penduduknya. Setiap rumah yang yang ada di desa ini memiliki tanduk kerbau yang telah dikorbankan dalam upacara adat. Desa ini pun merupakan desa pengrajin bombardom, alat musik tradisional Flores yang terbuat dari bambu dan hampir punah.
Melo
 Desa adat Melo adalah desa adat terdekat dari Labuan Bajo yang bisa dijangkau hanya dengan sekitar 45 menit berkendara. Setibanya di sana, kamu akan disambut oleh ketua adat dengan selendang tenun di pintu masuk kampung. Setelah disambut dan didoakan, kamu pun akan dijamu dengan kesenian tradisional Tari Caci. Tarian ini melibatkan 2 orang pria yang saling mencambuk sambil menari. Selain disuguhi panorama alam yang memukau, desa adat di Labuan Bajo ini pun masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional. Liburan di desa adat ini akan memberi kamu pengalaman yang tidak bisa didapatkan dari tempat wisata di Labuan Bajo lainnya! Simak juga rekomendasi wisata Labuan Bajo lainnya dalam artikel berikut ini: