icon
icon
article hero

Begini Nyamannya Private Villa Bali, Meski Tengah Dirundung Pandemi

AvatarName

Mawar Astari •  Jul 30, 2021

icon

Bagaimana kondisi di Bali selama pandemi?

Bali adalah salah satu yang paling terpukul. Namun, kondisi ini tidak membuat para pelaku pariwisata menyerah. Mereka tetap memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang saat pandemi. Member Tribes by HHWT, Mawar Astari pun sempat mencicipi hangatnya Bali di suasana sunyi, dan inilah ceritanya. Baca juga kisah dari Tribes by HHWT lainnya di halaman ini: Terkadang menghabiskan waktu sendirian di sebuah villa cukup untuk mengembalikan kesegaran tubuh dan pikiran dari kepenatan bekerja di kota besar. Bali tetap menjadi tempat favorit karena banyaknya pilihan tempat menginap dengan harga ramah di kantong. Beragam villa di Bali dengan fasilitas lengkap saling berlomba menawarkan promo menarik selama pandemi untuk menggaet wisatawan. Salah satu fasilitasnya adalah private pool. Hal inilah yang menarik perhatian saya untuk ke Bali saat pandemi. Saya sengaja berangkat seorang diri untuk alasan kesehatan. Setibanya di bandara Ngurah Rai, saya langsung menyewa sepeda motor dengan harga Rp 65.000 per harinya. Villa pertama yang saya pilih adalah Ayona Villa Seminyak. Lokasinya nerada di antara gang kecil sehingga lebih mudah diakses dengan motor. Suasana jalan dan lalu lintas di Bali jauh lebih sepi dari biasanya sehingga saya agak kesulitan menemukan warga untuk sekedar menanyakan arah. Namun, saya merasa aman selama perjalanan. Perjalanan ke Seminyak membuthkan waktu sekitar 45 menit dari bandara karena saya sering berhenti untuk melihat Google Maps.
Kredit: Mawar Astari Villa yang saya pilih bertipe honeymoon dengan fasilitas private pool, dapur dan bathtub di area terbuka. Desainnya pun clean dan modern. Empat hal itu wajib saya temukan pada villa pilihan saya agar mendapatkan suasana liburan lengkap di satu tempat. Fasilitas tambahan seperti balkon, ayunan, hammock dan Alexa (perangkat asisten smarthome) menjadi nilai tambah. Untungnya, semua itu saya dapatkan di villa yang saya tempati. Selama tiga hari dua malam di Bali, saya menginap di dua villa untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda. Kebetulan kedua vila tersebut masih satu grup sehingga memiliki fasilitas yang hampir sama meskipun berbeda desain. Villa pertama berada di area Batu Belig, agak tersembunyi di antara gang-gang. Di villa ini semuanya hampir sempurna. Saya bahkan menemukan welcome greeting di dinding dapur sehingga lebih terasa personal. Ukuran villa pertama ini pun sangat luas.
Kredit: Mawar Astari Begitu masuk, saya disambut teras yang tersambung dengan dapur terbuka, lengkap dengan peralatan masak. Ada kompor, microwave, tempat cuci piring bahkan peralatan makan. Di teras terdapat tangga yang mengarah ke balkon untuk sekedar bersantai atau yoga. Untuk menuju kamar kita harus melewati private pool yang dilengkapi dengan ayunan. Kamar mandi semi terbuka pun hanya bisa kita akses melalui kamar.
Kredit: Mawar Astari Tidak lupa, ada bathtub di ruang terbuka yang terhubung dengan kolam renang sehingga kita bisa berendam sekaligus menikmati langit dan suasana sejuk. Fasilitasnya cukup banyak, bahkan saya sendiri merasa belum puas menikmati semuanya. Keesokan paginya saya berpindah ke Villa Astera di area Sri Rejeki, Seminyak, sekitar 10 menit dari Batu Belig. Lokasinya cukup strategis, dekat dengan beberapa tempat makanan dan minimarket, serta lebih mudah ditemukan karena terletak di dekat area jalan besar. Hanya saja, ternyata dapurnya tidak memiliki kompor dan hanya tersedia microwave. Alhasil sisa bahan makanan tidak bisa saya gunakan. Untungnya, saya menemukan beberapa tempat makanan halal di dekat villa, mulai dari fast food hingga warteg ala Jawa Timur. Saya baru check in di malam hari setelah mengunjungi beberapa tempat. Setelah memeriksa semua peralatan, ternyata hammock tidak tersedia dengan alasan rusak. Begitu juga dengan tas ataupun topi pantai yang merupakan bagian dari fasilitas tak bisa saya temukan saat itu.
Kredit: Mawar Astari Namun keluhan saya ini langsung diselesaikan dalam hitungan belasan menit, padahal saat itu sudah pukul sembilan malam. Semua fasilitas yang memang seharusnya ada langsung mereka carikan dan pasangkan dengan sigap. Meskipun ternyata ada beberapa barang yang sengaja ditiadakan untuk alasan kesehatan seperti misalnya jubah mandi. Ukuran villa kedua ini lebih kecil dari villa pertama, namun suasananya terlihat lebih clean dan modern. Ukuran kamar mandinya lebih besar karena bathtub terpisah berada di luar dekat dengan kolam renang. Jika banyak orang bilang sejak pandemi hospitality di Bali berubah menjadi lebih baik kepada para wisatawan lokal, saya rasa tidak sepenuhnya benar. Maksud saya, keramahan dan pelayanan yang saya terima sebagai wisatawan lokal bukanlah sesuatu yang dibuat-buat. Mereka profesional dan mengutamakan kualitas pelayanan.
Kredit: Mawar Astari Saya bisa merasakan keramahan mereka, mulai dari melakukan reservasi, menjawab semua pertanyaan saya, pelayanan saat check in, menginap, hingga saat check out pun semuanya sangat memuaskan. Termasuk permintaan khusus saya soal kebersihan dan kerapian, tak ada yang luput dari perhatian mereka. Bahkan, mereka mengizinkan saat saya hendak menumpang beribadah sebelum check in di kamar yang masih dirapikan serta saat hendak extend check out dengan alasan yang sama. Padahal saya tahu tingkat okupansi villa tersebut sangat tinggi saat itu. Ada beberapa tips dari saya bila tertarik staycation di Bali khususnya untuk private villa:
  • Pilih villa berfasilitas lengkap dan bila memungkinkan terdapat kompor. Hal ini penting bagi traveler Muslim untuk memudahkan memasak makanan sendiri agar terjaga kehalalannya.
  • Pastikan semua fasilitas villa tersedia dan layak pakai sesuai yang mereka promosikan. Hubungi langsung villanya dan jangan hanya mengandalkan review pengunjung di internet ataupun promosi yang ada di sosial media.
  • Cari informasi mengenai kualitas privasi di villa tersebut. Apakah lokasi villa cukup terjaga privasinya, apakah stafnya mengutamakan privasi dengan tidak berlalu lalang di sekitar bangunan dengan alasan pembersihan, dan sebagainya.
  • Pilih lokasi villa yang dekat dengan lokasi wisata sehingga kalau jenuh kalian bisa mengunjunginya dengan cepat.
  • Pastikan lokasi swab PCR/antigen tersedia di sekitar villa untuk memudahkan bila kalian tidak memiliki waktu yang cukup saat tiba waktunya pulang.
Berwisata di kala pandemi bisa dilakukan asalkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan sesuai standar. Jadilah wisatawan yang bijak dan bertanggung jawab.