icon
icon
article hero

5 Fakta Tentang Pembukaan Kembali Bali untuk Wisatawan Domestik

AvatarName

Tiara  •  Aug 04, 2020

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Akhirnya, hari yang kamu tunggu-tunggu pun tiba. Tanggal 31 Juli 2020 lalu, Bali resmi dibuka kembali untuk wisatawan domestik. Hal ini pun disambut positif oleh para wisatawan, terlihat dari antusiasme mereka untuk berkunjung ke Bali. Namun, sebelum kamu merencanakan perjalanan ke Bali, simak dulu beberapa fakta di lapangan yang terjadi selama pembukaan Bali sejak 31 Juli 2020 lalu berikut ini.
Kunjungan wisatawan domestik naik 15 persen
Sejak pintu masuknya dibuka kembali untuk wisatawan domestik pada 31 Juli 2020 lalu, Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat adanya kenaikan kunjungan sebesar 15-17 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada 1 agustus 2020 sebanyak 2.419 orang, diikuti oleh hari pertama pembukaan pada 31 Juli 2020 sebanyak 2.128 orang, dan hari kedua pada tanggal 1 Agustus 2020 sebanyak 1.847 orang. Dalam 3 hari pertama pembukaannya Bali telah menerima lebih dari 6.400 wisatawan yang berasal dari Nusantara. Meski angka ini cukup menggembirakan, otoritas pariwisata setempat mengaku tidak memiliki target untuk mengembalikan angka wisatawan ke Bali dalam jangka waktu tertentu.
Pesawat pertama yang mengangkut wisatawan disambut dengan kalung bunga
 Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Cok Ace dan jajaran pimpinan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kedatangan pesawat pertama dari Jakarta ke Bali ini menjadi momen spesial dan diwarnai seremoni pengalungan bunga bagi seluruh penumpangnya. Pesawat Garuda Indonesia GA 402 tersebut mengangkut 84 penumpang dengan rute Jakarta-Denpasar dan terdiri dari 77 penumpang kelas ekonomi dan 7 penumpang kelas bisnis. 
Turis asing di Bali sambut baik pembukaan kembali Bali
Selain disambut antusias oleh para wisatawan domestik yang berasal dari luar Pulau Dewata, sejumlah wisatawan asing yang masih berada di Bali pun menanggapi positif pembukaan kembali Bali. Menurut Cok Ace, ada sekitar 6.500 warga asing yang mash tinggal di Bali selama masa pandemi. Sebelumnya, mereka hanya berdiam di tempat tinggal masing-masing. Namun setelah Bali dibuka kembali untuk wisatawan domestik mereka mulai kembali beraktivitas, terutama untuk mengunjungi pantai.
Bali dinobatkan sebagai salah satu destinasi terbaik di dunia
Di tengah kewaspadaan dalam menghadapi pandemi, Bali menduduki peringkat ke-4 dalam penghargaan Destinasi Populer di Dunia 2020 versi situs perjalanan Tripadvisor. Destinasi yang masuk ke dalam jajarannya dianggap memiliki keunikan dan menarik untuk dikunjungi wisatawan dari seluruh dunia. London memuncaki daftar tersebut, disusul Paris, Kreta (Yunani), Bali, dan kota Roma di peringkat ke-5. Hasil ini didapatkan dari rangkuman seluruh ulasan, peringkat dan destinasi yang sering disimpan dan dibagikan oleh para wisatawan dunia. 
Panduan berwisata di Bali pada era new normal
Sebelum kamu memesan tiket dan hotel untuk liburan ke Bali, pastikan kamu mengetahui syarat terbaru untuk memasuki wilayah bali sebagai berikut:  Menunjukkan hasil negatif uji swab atau rapid test  Hasil negatif salah satu uji tersebut berlaku maksimal 14 hari setelah diterbitkan dan harus ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk Bali seperti di bandara atau pelabuhan. Jika wisatawan tidak bisa menunjukkan hasil uji tes tersebut, maka ia wajib mengikuti rapid test ketika tiba di Bali. Jika hasil rapid test reaktif, wajib melakukan tes swab di Bali Wisatawan wajib mengikuti tes PCR di Bali dan melakukan karantina diri di fasilitas yang telah disediakan oleh Pemprov Bali sambil menunggu hasil tes keluar. Biaya tes rapid, swab, dan karantina menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing wisatawan. Mengisi aplikasi LOVEBALI Sebelum tiba di Bali, wisatawan wajib mengisi data di aplikasi LOVEBALI yang dapat diakses di halaman ini. Para penyedia akomodasi wisata di Bali pun wajib memastikan wisatawan sudah melakukan langkah tersebut. Wisatawan wajib mengikuti protokol kesehatan Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, wisatawan harus mengikuti ketentuan tatanan kenormalan baru di Bali sesuai ketentuan otoritas setempat. Misalnya dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak sosial. Mengaktifkan GPS pada smartphone  Wisatawan diharapkan selalu mengaktifkan fitur GPS pada smartphone selama berada di Bali. Hal ini dilakukan untuk melindungi dan menjaga keamanan serta kenyamanan bersama, baik bagi wisatawan maupun masyarakat lokal Bali.  Para wisatawan pun dapat menyampaikan keluhan atau pengaduan jika mengalami masalah saat berkunjung ke Bali melalui aplikasi LOVEBALI. Otoritas setempat menegaskan tidak akan segan untuk memberikan sanksi kepada wisatawan yang melanggar peraturan selama berkunjung ke Bali, sesuai dengan ketentuan dalam surat edaran yang berlaku. Bagaimana, sudah siap ke Bali? Jangan lupa untuk mempersiapkan semua syarat dan ketentuan yang dibutuhkan ya. Selalu jaga jarak dan terapkan pola hidup bersih dan sehat demi keamanan bersama, Simak juga rekomendasi pariwisata di Pulau Dewata lainnya dalam artikel berikut ini: