icon
icon

Astronot Muslim ke Luar Angkasa, Makanannya Halal Ngga Ya?

AvatarName

Tiara  •  Jul 13, 2021

icon

Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Setidaknya ada 11 astronot Muslim dari seluruh dunia yang pernah menjalankan misi luar angkasa. Muslim pertama adalah Sultan bin Salman Al Saud pada tahun 1985, hingga yang terakhir pada tahun 2019 lalu Hazza Al Mansoori menjalankan misi Soyuz MS-15 selama delapan hari di luar angkasa. Selama ini, penelitian luar angkasa dipimpin oleh organisasi ilmiah dari negara minoritas Muslim, seperti Amerika Serikat dan Rusia. Sebagai umat Muslim, makanan halal adalah hal yang fundamental, tidak terkecuali di luar angkasa.

Lantas, adakah makanan halal di luar angkasa?

Jawabannya adalaha iya. Pada misi Hazza Al Mansoori lalu, The Space Food Laboratory menyiapkan makanan khusus untuk sang astronot Muslim. Butuh persiapan tersendiri untuk bekal halal ini. Hazza dijadwalkan berangkat pada 25 September, namun makanan halal ini sudah siap sejak pertengahan Agustus. Lebih baik lagi, perusahaan penyedia makanan ini bahkan menyiapkan makanan tradisional Uni Emirat Arab.

Apa saja isinya?

Menu spesial yang disiapkan untuk Hazza Al Mansoori terdiri dari tiga hidangan khas Uni Emirat Arab. Ketiga makanan ini dibuat dan dikemas khusus agar dapat dikonsumsi di luar angkasa. Kredit: Jenny BakesMenu pertama adalah balaleet. Balaleet merupakan hidangan yang biasa disajikan saat sarapan yang terbuat dari sejenis bihundan telur. Uniknya, balaleet rasanya manis karena dimasak dengan gula, kayu manis, kapulaga, dan safron. Sebagai pelengkap, balaleet disajikan bersama telur dadar. Makanan kedua adalah madroubah. Madroubah berbahan dasar ikan yang diasinkan, aneka bumbu rempah, dan saus kental yang gurih. Madroubah bisa dimakan langsung atau jadi lauk pendamping nasi. Menu yang ketiga adalah saloona yang merupakan makanan berkuah khas jazirah Arab. Saloona biasanya berbahan utama daging, ikan, atau ayam. Bumbunya terdiri dari tomat, kaldu, bawang putih, bawng bombay, jahe, dan sayuran. Biasanya, saloona dinikmati sebagai sajian untuk berbuka puasa. Simak juga kisah umat Muslim dan perjalanan luar angkasa lainnya dalam artikel berikut ini: