icon
icon
article hero

5 Pertanyaan dari Rekan-Rekan Non-Muslim Tentang Idul Adha

AvatarName

Tiara  •  Jul 28, 2020

icon

[Artikel asli telah tayang dalam bahasa Inggris di halaman ini] Informasi yang tertera di bawah ini sesuai dengan kondisi saat artikel dipublikasikan. Idul Adha, atau yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji, adalah salah satu hari raya penting dalam agama Islam. Hari raya ini mencerminkan pengorbanan serta keikhlasan Nabi Ibrahin AS dan Nabi Ismail AS untuk mengorbankan sesuatu yang paling berharga demi iman kepada Allah SWT. Kini, Idul Adha adalah hari raya dimana umat Muslim di seluruh duni saling berbagi sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Ada begitu banyak hal istimewa tentang Idul Adha. Sebagian orang yang tidak familiar dengan agama Islam, misalnya teman-teman non-Muslim,  mungkin kerap bertanya-tanya tentang hari raya ini. Sebagai umat Muslim, kita pun bisa belajar banyak dari pertanyaan tersebut. Inilah beberapa poin yang telah dirangkum oleh tim HHWT untuk semakin memperdalam pemahaman kita tentang hari raya Idul Adha.
1. Bukannya Lebaran sudah lewat kemarin?
Betul sekali. Namun, hari raya yang satu ini berbeda. Idul Fitri dirayakan setelah satu bulan berpuasa di bulan Ramadan, sementara Idul Adha menandai puncak ibadah haji. Menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang wajib dilakukan umat Muslim paling tidak sekali seumur hidup, jika mampu baik secara fisik maupun finansial.
Kredit: menj di Flickr Ibadah haji hanya bisa dilakukan pada bulan Zulhijjah, yakni bulan ke-12 dalam kalender Islam. Karena waktu dan tempatnya yang terbatas, tidak semua orang bisa melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya meski sudah mampu. Daftar tunggu ibadah haji bahkan bisa mencapai puluhan tahun. There's only one month in each Islamic year that Muslims are able to perform the Hajj and this is during the 12th month in the Islamic calendar, Zulhijjah. And because of this time constraint and the limited space there is in Mecca, not everyone is able to perform the Hajj every year even if we are able to 😥 The waitlist for Hajj can sometimes even span for years! 
2. Jadi, kalau kamu tidak melaksanakan ibadah haji boleh merayakan Idul Adha tidak?
Idul Adha atau Lebaran Haji dirayakan secara berbeda dengan Lebaran Idul Fitri. Hari raya ini juga dikenal sebagai hari raya kurban. Esensi dari Lebaran Haji sendiri bukanlah hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, melainkan untuk meneladani pengorbanan dan keikhalasan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya tercinta (Nabi Ismail AS) sebagai tanda keimanan terhadap perintah Allah SWT. Namun, Nabi Ismail AS tidak benar-benar disembelih. Saat Nabi Ibrahim AS hendak melakukannya, atas kuasa Allah SWT sosok anaknya digantikan dengan seekor biri-biri. Dari sanalah ibadah kurban bermula. ☺️
 Berkurban juga mengingatkan kita akan makna sebuah pengorbanan. Setiap orang pasti memiliki perjuangan dan kesulitan masing-masing, dan kadang menyerah adalah jalan paling mudah. Namun, jika kita beriman dan berserah diri kepada Allah SWT, seperti Nabi Ibrahim AS, kita akan diberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah. 🤗 
3. Tapi kan kasihan hewan yang dikurbankan nanti...
Meski masih ada beberapa perdebatan soal ritual kurban, satu hal yang pasti adalah hewan kurban ini tidak disiksa sama sekali. Faktanya, kenyamanan dan kesejahteraan hewan-hewan ini adalah bagian penting dari prosesi kurban. Metode penyembelihan Islami memastikan hewan kurban mati seketika dan tidak tersiksa.
Credit: Mohd Fazlin Mohd Effendy Ooi on Flickr Proses penyembelihan harus dilakukan dengan pisau yang sangat tajam dan dua pembuluh darah utama pada hewan tersebut harus dipotong, bukan dengan dipenggal lehernya. Dengan demikian, hewan kurban akan langsung mati dan hampir tidak merasakan sakit. Beberapa negara bahkan mempersiapkannya dengan lebih seksama lewat badan pengawas tertentu. Contohnya dengan memberikan pelatihan kepada para pemotong kurban, memeriksa lokasi hewan kurban, hingga datang pada saat penyembelihan. 😀
4. Hewan kurbannya kan besar, itu kamu habiskan sendiri semua?
Tentu tidak! Ingat kan kalau esensi dari Lebaran Haji itu adalah pengorbanan? Salah satu implementasinya adalah dengan membagikan daging hewan kurban yang disembelih. Meskipun hanya satu orang yang membeli hewan kurban, dagingnya akan dinikmati oleh banyak orang. Umat Muslim pun dianjurkan untuk memberikannya kepada orang yang membutuhkan.  Proporsi yang dianjurkan adalah memberikan sepertiga hasil kurban untuk kamu dhuafa, sepertiga untuk orang terdekat dan tetangga, dan sepertiga terakhir untuk diri sendiri. Pembagian ini pun tidak terbatas di negara sendiri saja. Banyak orang yang memilih untuk berkurban di negara berkembang seperti Suriah sehingga penduduk daging kurban bisa dibagikan kepada yang membutuhkan. 
5. Apa kamu juga dapat amplop saat Lebaran Haji?
Sebenarnya tradisi memberikan uang saat hari raya hanyalah tradisi dan bukanlah hal yang wajib dalam agama Islam. Kalau kamu mau bagi-bagi uang pun tidak masalah, kamu bisa memberikan seikhlasnya. Keikhlasan adalah hal fundamental dalam agama Islam. Apapun yang kita dilakukan harus dilandasi dengan niat baik dan ketulusan. Jadi, tidak perlu menetapkan standar berapa uang yang kamu harus bagikan saat hari raya. 😉  Itulah sedikit penjelasan mengenai hari raya Idul Adha yang juga ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Berkurban bukan hanya soal berapa banyak yang kamu keluarkan, namun seberapa ikhlas kamu melakukannya. Semoga dengan membaca artikel ini, kamu semakin memahami makna dan esensi dari Idul Adha yang sesungguhnya. Simak juga informasi lain tentang Islam dalam artikel berikut ini: